PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ruas Jalan Raya Labuan-Pandeglang di Kampung Kanangan, Desa Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, mengalami kemacetan parah selama berjam-jam. Penyebabnya satu unit truk crane yang mogok di tengah jalan.
Pantauan RADARBANTEN.CO.ID di lokasi menunjukkan kepadatan kendaraan terjadi di kedua arah, baik menuju Labuan maupun Pandeglang.
Safrudin, salah satu pengendara yang mengalami kemacetan, mengungkapkan bahwa truk crane tersebut terhenti di ruas jalan tersebut sejak pukul 01.00 WIB hingga saat ini.
“Iya, memang macet. Kendalanya itu mobilnya masuk angin, tidak bisa hidup sama sekali (mati total). Saya sudah sampai di sini sejak jam satu malam dan sampai siang ini mobilnya belum bisa bergerak, termasuk mobil saya juga,” ungkapnya pada Jumat, 7 Juni 2024.
Menurutnya, kendaraan berukuran besar tidak dapat melintas dari arah Labuan maupun sebaliknya, namun kendaraan kecil seperti mobil umum masih bisa melintas.
“Cuman mobil yang berat-berat doang enggak bisa lewat, kalau mobil umum mah kan bisa lewat. Cuman yang enggak bisa itu mobil berat seperti mobil bawa kayu,” katanya.
Dia terpaksa menunggu di jalur tersebut sambil menunggu mekanik memperbaiki truk crane yang mogok.
“Terpaksa saya tidak bisa melintasi jalur ini sambil menunggu mekanik memperbaiki truk crane yang mogok, ya ini mah tergantung keberanian sopirnya gitu, ya kalau mau maksa silahkan kalau enggak paling nunggu mekanik mobil crine ini supaya mobil bisa jalan, cuman kan enggak nentu nunggu mobil ini bisa jalan jam berapanya,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP Oki Bagus Setiaji, terlihat sedang mengatur arus lalu lintas yang padat akibat kendaraan truk crane besar yang tidak dapat bergerak.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang melintas di jalur arah Labuan menuju Menes atau Saketi, ada sedikit insiden terkait kendaraan alat berat yang kehabisan angin sehingga tidak dapat bergerak, menyebabkan kendaraan tersebut terhenti di badan jalan dan menyebabkan kemacetan,” kata AKBP Oki Bagus Setiaji.
Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pengaturan arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup dari arah Menes menuju Pandeglang.
“Kami berusaha untuk menyelesaikan ini dalam waktu 2 jam, meskipun sebelumnya ada kendala dalam pergerakan. Sekarang, Alhamdulillah, kami dapat melaksanakan sistem buka-tutup. Kami masih menunggu kedatangan mekanik dari pemilik perusahaan kendaraan tersebut,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











