SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kapolda Banten, Irjen Pol Abdul Karim mengerahkan 30 personel Brimob di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang.
Puluhan personel Brimob tersebut dikerahkan untuk menjaga dan melindungi badak dari perburuan liar. “Ada 30 personel (Brimob) di TNUK,” ujar Kapolda, Selasa 11 Juni 2024.
Kapolda mengatakan, di TNUK tersebut, personel Brimob melakukan patroli. Mereka melakukan patroli sejak terungkapnya perburuan badak jawa. “Sampai saat ini (melakukan patroli),” kata perwira tinggi Polri itu.
Kapolda menjelaskan, pihaknya menangkap enam pelaku perburuan badak jawa. Mereka ditangkap setelah aktivitas perburuan liar di TNUK dilaporkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 29 Mei 2023. “Tersangkanya ada 14 orang (sisanya belum ditangkap),” ujarnya.
Kapolda mengatakan, enam pelaku yang ditangkap tersebut berasal dari dua kelompok. Mereka yakni SN, AT, SR, LL, IS dan SA. Dari enam pelaku tersebut, terdapat tiga pelaku masuk kelompok SN, mereka adalah AT, SR dan LL.
Sedangkan dua pelaku lain yang ditangkap tersebut merupakan kelompok RA (DPO). Keduanya berinisial IS dan SA. “Ada dua kelompok, kelompok SN ini ada 10 orang, dengan empat orang yang sudah berhasil ditangkap. Sedangkan kelompok RA terdapat dua orang yang masuk ke dalam DPO. Keduanya, RA dan WA,” ungkapnya.
Kapolda menjelaskan, pengungkapan kasus perburuan badak ini juga telah menyeret dua pelaku lain. Keduanya yakni YO dan WL. YO dalam perkara ini berperan sebagai perantara penjualan cula badak sedangkan WL pembelinya. Cula badak jawa tersebut, dibeli WL untuk dijual lagi ke Tiongkok. “Ada dua pelaku lain yang sebelumnya juga telah ditangkap,” katanya.
Kapolda juga mengatakan, akibat perbuatan para pelaku tersebut, sebanyak 26 ekor badak jawa mati akibat perburuan liar. Jumlah badak yang mati diburu tersebut berdasarkan dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku yang ditangkap.
“Kurang lebih dari hasil pemeriksaan termasuk pengecekan di TKP (tempat kejadian perkara) ada 26, ini masih belum kita ketahui berapa jumlahnya (badak yang mati akibat diburu), ini hasil keterangan saja. Jumlahnya masih simpang siur, bisa kurang, bisa bertambah (badak mati akibat perburuan),” kata perwira tinggi Polri ini. (*) Editor: Bayu Mulyana











