PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Predator seksual bisa mengintai anak di media sosial dan rimba raya dunia maya. Hal tersebut tentu sangat mencemaskan. Apalagi, di era digital seperti sekarang, setiap anak sudah memiliki gawai masing-masing, yang di dalamnya telah terpasang berbagai aplikasi media sosial.
Serangan di era digital khususnya penggunaan media sosial (Medsos) dan internet, menjadi sumber malapetaka kasus kekerasan pada anak. Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi semua pihak.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, Aep Saepudin.
Aep Saepudin mengungkapkan bahwa kasus kekerasan seksual pada anak sering dipicu oleh penggunaan media sosial dan internet. Meskipun begitu, penggunaan alat komunikasi di era modern ini tidak bisa dibendung begitu saja.
“Remaja harus didampingi dan diawasi oleh orang tua serta guru dalam menggunakan alat komunikasi, karena sumber malapetaka itu berasal dari situ,” ungkapnya, Jumat 14 Juni 2024.
Aep menyampaikan, maraknya kekerasan seksual pada anak memerlukan perhatian serius dari semua pihak, terutama lingkungan keluarga dan pendidik, untuk lebih mengawasi (cek ponsel anak) aktivitas anak-anak di dunia maya.
“Upaya pencegahan agar hal ini tidak terjadi adalah tanggung jawab kita bersama. Di desa kami, kami membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM),” katanya.
Terlebih, bahaya dari media sosial dan internet membuat kita harus lebih waspada dan proaktif dalam melindungi anak-anak dari potensi ancaman kekerasan seksual.
“Keluarga adalah unit masyarakat terkecil. Sekian banyak penduduk di Kabupaten Pandeglang, keluarga yang paling dekat dengan anak harus banyak berkomunikasi dengan mereka,” tuturnya.
“Karena kadang-kadang, ketidaknyamanan di lingkungan keluarga membuat anak mencari kenyamanan di luar yang tidak terkontrol oleh orang tua,” sambungnya.
Pemerintah daerah, bersama lembaga terkait, berupaya meningkatkan kesadaran dan memberikan perlindungan lebih baik bagi anak-anak melalui program edukasi dan kampanye kesadaran di berbagai komunitas.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











