SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebagai agen kontrol perubahan, mahasiswa diminta mencari tahu perkembangan politik daerah, khususnya pilkada yang ada di Provinsi Banten.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan di seminar nasional yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pamulang, Kampus Kota Serang tentang Pilkada dan Arah Pembangunan Provinsi Banten.
Dalam seminar tersebut, hadir dua pembicara yaitu Sekretaris Jendral Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Misbah Hasan, dan Dekan FISIP Universitas Pamulang Kampus Kota Serang Yusa’ Farchan, serta Pengamat Politik Citra Institut
Dekan FISIP Universitas Pamulang Yusa’ Farchan menjelaskan, terkait perjalanan pemilihan kepala daerah yang terlaksana tiga kali di Provinsi Banten.
“Provinsi Banten yang terlaksana Pilkada tiga kali, dari tahun 2006 hingga 2017 memiliki corak politik lokal tersendiri,” ujarnya.
Dia juga menyarankan, agar mahasiswa turut berperan dalam proses pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung pada bulan November 2024 mendatang.
“Mahasiswa bisa turut ikut berperan dalam pelaksanaan Pilkada, baik itu terlibat langsung seperti menjadi anggota KPPS, atau mengawal serta mengawasi jalannya Pilkada di Banten,” katanya.
Sementara Sekjen FITRA, Misbah Hasan mengatakan, dalam pelaksanaan Pilkada, publik harus mengetahui terkait anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan Pilkada.
“Kita harus tahu besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk melaksanakan Pilkada, kebijakan anggaran mulai dari mekanisme perencanaan, penganggaran,dan distribusi anggaran,” tuturnya.
Seminar nasional itu yang dihadiri oleh Rektor Universitas Pamulang, E Nurzaman turut meminta agar mahasiswa dapat mengetahui dan mencari informasi yang berkaitan dengan Pilkada.
“Mahasiswa harus mulai mencari tahu informasi yang berkaitan dengan Pilkada dan arah pembangunan Provinsi Banten khususnya sebagai mahasiswa FISIP harus mulai peduli dengan politik,” ujarnya.
Editor : Merwanda











