PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah warga di Kampung Sanim, Kelurahan Juhut, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, yang tergabung dalam komunitas petani kopi, mengikuti sekolah lapangan (SL) terkait proses pengolahan biji kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik.
Sekolah lapangan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang. Program ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga ibu-ibu rumah tangga.
Mereka belajar bagaimana memilah biji kopi yang layak dan tidak layak untuk dipasarkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi yang dihasilkan.
Pengawas Benih Tanaman dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, Endang Mulyana, menyatakan bahwa wilayah Kampung Sanim memiliki potensi untuk menghasilkan berbagai varietas kopi unggulan seperti robusta, liberika, dan jenis lainnya. Melihat potensi ini, DPKP Pandeglang melakukan pembinaan melalui sekolah lapangan agar kopi yang dihasilkan lebih baik.
“Makanya salah satu tugas kita adalah memberikan pembinaan melalui pelatihan dan sebagainya. Dengan begitu, mereka bisa diberikan edukasi dan pemahaman, baik dalam membudidayakan maupun memanen, sehingga menghasilkan kopi olahan yang bagus,” ungkap Endang Mulyana, Kamis 27 Juni 2024.
Ia melanjutkan, apabila tata cara tersebut sudah berjalan dengan baik, tentunya secara tidak langsung bisa menaikkan kualitas dan harga kopi yang dihasilkan.
“Dengan meningkatnya harga, otomatis ada penambahan pemasukan bagi mereka. Harapannya, mereka bisa memahami mulai dari pembibitan, pemetikan, hingga proses pengolahan kopi sehingga siap dipasarkan,” lanjutnya.
“Ya mudah-mudahan mereka yang dilatih ini bisa menyampaikan ilmu yang didapatkan kepada yang lainnya,” tambahnya.
Salah satu peserta sekolah lapangan, Irfan, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu karena dapat menambah pengetahuan tentang pengolahan kopi yang layak dipasarkan sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan.
“Ya, ini juga bisa menjadi nilai tambah dengan membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran di Kampung Sanim. Tadi, kami belajar tentang roasting dan sortir kopi,” katanya.
Sementara itu, seorang petani kopi, Maman, menambahkan bahwa kegiatan ini akan menumbuhkan antusiasme masyarakat untuk turut serta dalam proses pembuatan kopi unggulan.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami mengajak pemuda di Kampung Sanim untuk ikut belajar, termasuk ibu-ibu. Kegiatan ini membawa banyak manfaat,” ucapnya.
Ia melanjutkan, hasil dari sekolah lapangan ini akan memungkinkan para pemuda untuk magang di kafe-kafe yang ada di Pandeglang. Sedangkan ibu-ibu akan diberdayakan dalam proses sortasi atau penyortiran kopi, yang diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. (*)
Editor: Bayu Mulyana












