LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Hasil survei Paradigma Indonesia menyatakan bahwa banyak warga Kabupaten Lebak belum mengetahui sosialisasi tahapan dan jadwal pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lebak 2024.
Hal tersebut disampaikan Direktur Paradigma Indonesia, Zulfian Hanief, yang mengungkapkan dari survei yang sudah dilakukan warga yang di 28 kecamatan di Lebak belum tahu Pilkada Lebak 2024.
“Dari hasil survei tersebut ada 35 persen warga Lebak tidak tahu adanya Pilkada dan 6 persen tidak menjawab. Sementara itu, 59 persen warga sudah mengetahui adanya Pilkada Lebak,” kata Zulfian kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 9 Juli 2024.
Ia mengungkapkan, selain itu dari hasil tersebut, ditemukan juga fakta menarik, yakni kepercayaan masyarakat cukup tinggi jika Pilkada Lebak dapat memperbaiki kehidupan di masyarakat.
“Dari hasil survei sekitar 48,2 persen warga Lebak cukup percaya, 23,0 persen tidak percaya, 8,9 persen tidak percaya sama sekali, 8,9 persen warga Lebak sangat percaya dan 11,1 persen warga tidak tahu/tidak jawab,” ujarnya.
Zulfian menjelaskan, survei dilaksanakan pada tanggal 25 sampai 30 Juni 2024. Dengan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.
“Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 440 responden, memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Lebak yang terdistribusi secara proporsional,” tuturnya.
Sebagai informasi Pilkada Serentak akan digelar pada tanggal 27 November 2024 mendatang. Tahapan paling dekat yakni pendaftaran pasangan bupati dan wakil bupati, pada 27-29 Agustus 2024 nanti, yang dibuka di KPU kabupaten/kota
Menanggapi hasil survei tersebut, Dewi Hartini Ketua KPU Kabupaten Lebak, tak menampik hasil tersebut karena memang pihaknya masih melakukan tahapan sosialisasi di 28 kecamatan di Lebak.
“Kita masih melakukan sosialisasi nanti ada di Divisi Parmas (Partisipasi Masyarakat), yang akan melakukan sosialisasi,” kata Dewi saat berada di kantornya.
Ia menjelaskan, selanjutnya sosialisasi tersebut akan dilakukan Divisi Parmas yang akan berkolaborasi bersama Organisasasi Kepemudaan (OKP) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta unsur lainnya.
“Nanti akan ada sosialisai goes to kampus, kampung, ponpes dan juga lainnya. Nanti parmas akan melakukan sosilisasi lintas agama, nanti akan dilakukan pertengahan Juli hingga pertengahan September,” terangnya.
Menurutnya pihaknya saat ini masih melakukan tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) di masing-masing kecamatan yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) dari 24 Juni hingga 24 Juli 2024.
“Kita harap kawan-kawan media juga, untuk melakukan sosialisasi, jadi mari kita bersama-sama kita sosialisasikan Pilkada Lebak,” tandas Dewi. (*)
Editor: Agus Priwandono











