• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Utama

300 Bayi di Banten Meninggal dalam Waktu 5 Bulan, Paling Banyak di Daerah Ini

Rostinah by Rostinah
Rabu, 17 Juli 2024 13:54
in Utama
300 Bayi di Banten Meninggal dalam Waktu 5 Bulan, Paling Banyak di Daerah Ini

Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, jumlah kematian bayi sebanyak 300 orang.

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat setidaknya ada 300 bayi di Banten yang meninggal dunia dalam waktu lima bulan sejak Januari sampai Mei 2024. Sedangkan, jumlah kematian ibu sebanyak 80 orang.
Kepala Dinkes Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, meskipun jumlah kematian bayi tinggi, tapi angka itu masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu. “Tapi tetap kita tekan, walaupun tidak mungkin juga zero,” ujar Ati saat pertemuan evaluasi lintas sektor kesehatan ibu dan anak termasuk masalah gizi di Le Dian Hotel, Selasa, 17 Juli 2024 malam.
Dalam pertemuan yang dihadiri empat pemerintah kabupaten/kota itu terungkap bahwa angka kematian bayi di Kabupaten Pandeglang tertinggi yakni 84 orang sejak Januari sampai Juni. Hal itu diungkapkan perwakilan Pemkab Pandeglang pada pertemuan tersebut saat Ati menanyakan jumlah kematian ibu dan bayi per kabupaten dan kota. Kematian bayi paling banyak pada usia 0 sampai 28 hari, karena sang ibu terkena anemia. Sedangkan capaian tablet tambah darah 75 persen. Sedangkan angka kematian ibu sebanyak 15 orang.
Kemudian, di Kota Tangerang Selatan, angka kematian ibu sebanyak tiga orang dan bayi enam orang sejak Januari sampai Mei. Di Kabupaten Tangerang, angka kematian ibu 18 orang dan angka kematian bayi 67 orang sejak Januari sampai Mei. Di periode yang sama, jumlah kematian ibu di Kota Serang sebanyak 11 orang dan jumlah kematian bayi 27 orang.
Ati mengaku berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Banten. Salah satunya pemberian tablet tambah darah sebanyal 52 tablet per tahun kepada calon pengantin.
“Ini tidak terlepas dari kesehatan gizi ibu dari mulai remaja bahkan sampai dengan ibu melahirkan. Jadi kenapa di dalam menurunkan angka kematian bayi itu sendiri perlu penanganan sesuai dengan siklus kehidupan dari mulai remaja. Bagaimana mempersiapkan remaja yang sehat tidak animea, khususnya bagi remaja putri,” ujar Ati. Kata dia, orang yang sehat saja dapat kekurangan darah ketika hamil. Makanya pemberian tablet tambah darah selama 90 hari sangat penting.
Ia menerangkan, oksigen itu tidak dapat ikat karena kurangnya zat besi yang ada di dalam darah. “Tentunya ini menyebabkan kekurangan darah yang akhirnya bisa menyebabkan gagal nafas. Jadi bayi yang sekarang ini di kematian bayi yang tertinggi itu yaitu di fase 0 sampai 28 hari. Dan banyaknya disebabkan oleh ibu-ibu yang anemia,” terangnya.
Kata dia, banyak upaya yang dilakukan Dinkes. “Yang tentunya pertama peran dari masing-masing pemerintah dari mulai peran pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten dan kota bahkan sampai di tingkat Puskesmas ini,” ujarnya.
Ati menjelaskan, pemerintah membagi peran sesuai kewenangan dan tupoksinya. Misalnya, pemerintah pusat menyusun berbagai petunjuk teknis serta kebijakan untuk penurunan angka kematian ibu dan bayi, kemudian juga memfasilitasi berbagai kegiatan anggaran baik itu yang sifatnya fisik maupun non fisik. “Yang diturunkan ada yang langsung ke Puskesmas melalui bantuan operasional Puskesmas ataupun melalui dana alokasi khusus yang melalui APBD-nya kabupaten dan kota ataupun APBD provinsi dengan pembangunan ataupun pembelian alat kesehatan. Dan yang non fisik dengan berbagai kegiatan-kegiatan rapat koordinasi sosialisasi ataupun skrining. Dan ini semua tentu dijalankan. Pemerintah provinsi harus memastikan apakah seluruh kabupaten dan kota sudah melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah menjadi ketetapan. Tentu kita melakukan upaya pembinaan,” tuturnya.

Reporter: Rostinah

RelatedPosts

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Jumat, 2 Oktober 2026 08:20
Penutupan U-Turn JLS Cilegon

Dishub Cilegon Evaluasi U-Turn JLS Setelah Dua Kecelakaan Menelan Korban Jiwa

Kamis, 1 Oktober 2026 14:34
Saya Tidak Lulus SMA (Seri 2)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 2)

Kamis, 1 Oktober 2026 07:08
SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel bagi Masyarakat

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel bagi Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 20:13

Editor: Aditya

Tags: AKBAKIAti Pramudji HastutiDinas KesehatanDinkesDinkes Bantenkelahiran bayikematian bayikematian ibu
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

PWNU Banten Angkat Bicara Usai Kadernya Ikut Bertemu Presiden Israel

Next Post

Isro-Uyun Jadi Ancaman Serius Helldy-Alawi

Next Post
Isro-Uyun Jadi Ancaman Serius Helldy-Alawi

Isro-Uyun Jadi Ancaman Serius Helldy-Alawi

Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga Komjen Suyudi Ungkap Kebiasaan Sang Jenderal Saat Berkunjung ke Rangkasbitung

Kamis, 1 Oktober 2026 14:25
Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 10:28
Kadispora Tangsel Mukroni mundur

Kadispora Tangsel Mukroni Mengundurkan Diri, H. Ika Ditunjuk Jadi Plt

Kamis, 1 Oktober 2026 13:33
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Kapolri

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Keluarga Besar di Rangkasbitung Gelar Syukuran

Kamis, 1 Oktober 2026 16:09
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga di Rangkasbitung Ungkap Komjen Suyudi Ario Seto Gemar Menyantap Jojorong dan Sayur Sop

Kamis, 1 Oktober 2026 14:57
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 06:34
Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

Kamis, 1 Oktober 2026 18:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

by Redaksi
Jumat, 2 Oktober 2026 08:20
0

Perjalanan SMA saya berakhir pada Juli 1994. Saat pulang ke Indonesia. Dari 80 anak Indonesia yang berangkat jadi siswa pertukaran,...

DPRD Kabupaten Tangerang

DPRD Kabupaten Tangerang Minta Pengawasan Barang Ilegal Diperkuat

by Mulyadi
Jumat, 2 Oktober 2026 07:38
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani menyebut pengawasan terhadap peredaran barang ilegal dinilai perlu diperkuat dari...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.