PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan massa warga Desa Janaka, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang membakar satu unit mobil Pick Up bernomor polisi A 8053 PB yang ditinggalkan oleh terduga pencuri kerbau. Aksi massa melakukan pembakaran mobil pick up milik terduga pencuri kerbau terjadi pada hari Kamis, 18 Juli 2023 sekira pukul 21.00 WIB.
Aksi pembakaran dilakukan secara spontan oleh warga karena mengetahui mobil pick up tersebut digunakan untuk mencuri kerbau milik warga Desa Citaman, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang.
Kapolsek Jiput Iptu Bobon Garlono mengatakan, telah didapat Informasi dari masyarakat perihal adanya pencurian Kerbau di Kampung Kadujami, Desa Janaka, Kecamatan Jiput.
“Saksi bernama Wawan melihat Kendaraan Suzuki Pick Up nomor polisi A 8053 PB membawa 1 ( Satu Ekor ) Kerbau dari Arah Desa Citaman Menuju Kampung Kadujami Desa Janaka yang mencurigakan,” katanya dalam sambungan telepon selularnya, Jumat, 19 Juli 2024.
Kemudian saksi Wawan, melakukan pengejaran kendaraan tersebut. Sesampainya di Kampung Kadujami, Desa Janaka, kendaraan tersebut menabrak rumah warga.
“Namun Si Supir dan Kenek ( Diduga Pelaku ) langsung melarikan diri ke sebuah hutan dan pesawahan,” katanya.
Setelah itu warga masyarakat sekitar mencoba untuk mengejar sopir dan kenek ( diduga pelaku ) namun tidak tertangkap.
“Kemudian warga sekitar mencari pemilik kerbau curian tersebut. Diketahui kerbau tersebut milik Amir ( 45) warga Kampung Sawahbera, Desa Citaman, Kecamatan Jiput,” katanya.
Sekira, pukul 23.00 WIB, telah datang massa dari Citaman untuk melakukan pengrusakan kendaraan milik diduga pelaku. Kemudian membawa Kendaran tersebut ke sebuah Persawahan Kampung Kadujami Desa Janaka, Kecamatan Jiput.
“Kemudian dibakar oleh massa,” katanya.
Adapun untuk ciri pelaku diantaranya menggunakan topi, tinggi sekroa 165 centimeter. Menggunakan pakaian kaos hijau dan membawa sebilah golok.
“Adapun kerbau sudah dikembalikan kepada pemilik yaitu Amir,” katanya.
Kapolsek mengungkapkan, kalau pihaknya telah dilakukan upaya penggalangan terhadap tokoh masyarakat dan kepala desa untuk tidak melakukan tindakan pembakaran barang bukti. Namun demikian masyarakat Desa Citaman yang sudah tersulut emosi terkait terjadinya pencurian kerbau tersebut akhirnya melakukan pembakaran mobil milik diduga pelaku pencurian.
“Untuk kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Pemilik Kerbau Amir mengaku, kalau dirinya mengetahui kerbau miliknya dicuri dari warga.
“Menginformasikan ada mobil Pick Up bawa seekor kerbau. Pas saya cek ke kandang ternyata benar kerbau saya hilang,” katanya.
Kemudian mendapatkan, informasi kalau kendaraan yang bawa kerbau miliknya dicegat warga. Namun terduga malingnya kabur.
“Terus terjadilah pembakaran pada mobil pick up yang ditinggalkan terduga maling,” katanya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











