PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mahasiswa Universitas Mathlaul Anwar Banten melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menggali potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang. FGD digelar oleh mahasiswa UNMA Banten yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang.
Kecamatan Sindangresmi salah satu kecamatan penyangga dari Exit Tol Bojong pada jalan Tol Serang-Panimbang.
Adapun tema FGD bertajuk mewujudkan desa cerdas pertanian dan optimalisasi pengembangan ekonomi di Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi.
Kegiatan FGD dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Nasir, Kepala Bappeda Sutoto, Camat Sindangresmi Muklis Arifin.
Dekan FEB Unma Banten Verliani Dasmara, mengatakan, tujuan utama dari FGD ini adalah untuk mengoptimalkan dalam menggali potensi pertanian desa.
“Serta memanfaatkan peluang ekonomi di sekitar exit Tol Serang-Panimbang. Bagaimana pentingnya pertanian berkelanjutan dan optimalisasi ekonom,” katanya melalui sambungan telepon selular, Minggu, 11 Agustus 2024.
Keberadaan Exit Tol menjadi salah satu potensi atau peluang dalam upaya mengembangkan ekonomi masyarakat. Melalui pembuatan produk lokal sebagai buah tangan atau oleh-oleh.
“Sepertihalnya keripik singkong, pisang dan sejenisnya. Yang memang menjadi ciri khas Pandeglang,” katanya.
Kehadiran Jalan Tol Serang-Panimbang ini akan turut serta mendorong wilayah selatan Pandeglang menjadi daerah industri dan pariwisata. Oleh sebab itu, masyarakat harus siap mengembangkan produk lokal untuk di pasarkan di pusat oleh-oleh ataupun di kawasan industri.
“Untuk pemasaran lebih pesat tentunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan peluang digital dan pengembangan marketplace. Yang saat ini menjadi tantangan utama yang harus diatasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Nasir menekankan, pentingnya sektor pertanian sebagai sektor utama ekonomi di Kabupaten Pandeglang.
“Pertanian adalah core business di Pandeglang. Sentra pertanian di Sindangresmi harus mengambil peran strategis dalam lintasan tol Serang-Panimbang,” katanya.
Melaluin kegiatan FGD yang diinisiasi oleh mahasiswa ini, diharapkan dapat mengintegrasikan teknologi modern dengan praktik pertanian tradisional.
“Untuk meningkatkan hasil dan efisiensi,” katanya.
Camat Sindangresmi, Muklis Arifin, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN.
“Kami sangat berterima kasih kepada UNMA Banten dan semua pihak yang terlibat. FGD ini adalah langkah awal untuk membangun desa cerdas pertanian yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memanfaatkan peluang yang ada di sekitar Exit Tol Serang-Panimbang” katanya.
Pemantik FGD Eko Supriatno mengungkapkan tantangan dan peluang dalam sektor pertanian.
“Pertanian sering dianggap kurang terhormat dan tidak menarik bagi generasi muda. Namun, dengan teknologi terbaru seperti traktor, drone, dan robot penggiling padi, kita bisa meningkatkan produktivitas dan mengatasi berbagai masalah yang ada, seperti kekeringan akibat El Nino dan kegagalan panen,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











