CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak panik dengan informasi potensi megathrust di Selat Sunda yang diperkirakan mampu memicu terjadinya tsunami.
Hal itu disampaikan, Kepala BPBD Kota Cilegon Suhendi saat dikonfirmasi terkait potensi megathurst yang terjadi di perairan Selat Sunda, melalui sambungan telepon selulernya, Kamis 15 Agustus 2024.
“Kalau gempa terjadi, saya minta masyarakat jangan panik. Ketika gempa terjadi, segera berlindung di bawah yang lebih aman atau lari ke lapangan dan kalau terjadi tsunami lari ke dataran atau daerah tinggi,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, pihaknya juga sudah menyiapkan rambu-rambu jalur evakuasi terutama daerah pesisir, dan sudah melakukan simulasi jika terjadi bencana alam.
“Pada tahun 2023 kita sudah memiliki Renkon (Rencana Kontendensi) untuk megathrust dan kita sudah melakukan simulasi dan sosialisasi jika terjadi gempa dan tsunami di kelurahan sepanjang pantai seperti Kelurahan Kubang Sari, Gerem, Tamansari, Mekarsari, Lebak Gede dan Kepuh,” ungkapnya.
Adapun bencana industri yang disebabkan oleh ledakan atau alat gagal produksi yang disebabkan oleh gempa bumi atau tsunami, pihaknya juga sudah melakukan simulasi bersama masyarakat dan perusahaan sekitar.
“Di Cilegon kan kebanyakan industri kimia, jika ada bencana industri biasanya gas nya itu terbawa angin dan terbawa air. Kalau itu terjadi, masyarakat harus lari berlawanan arah angin,” tukasnya.(*)
Editor: Mastur Huda











