SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang mengumpulkan puluhan perwakilan sekolah yang berasal dari kabupaten kota di Provinsi Banten.
Mereka dikumpulkan BBPOM di Serang terkait sosialisasi kebersihan makanan dan jajanan sekolah yang mengandung bahan berbahaya.
Kepala BBPOM di Serang, Mojaza Sirait, mengatakan, terdapat temuan jajanan sekolah yang mengandung bahan berbahaya. Temuan itu didapatkan berdasarkan hasil uji sampling makanan.
“Memang dalam pengawalan pangan jajanan sekolah, kami masih menemukan (mengandung bahan berbahaya) tapi tidak terlalu signifikan,” ujarnya di salah satu hotel ternama di Kota Serang, Selasa, 20 Agustus 2024.
Mojaza mengungkapkan, temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut adalah cone eskrim berwarna merah muda atau merah. Hasil sampel terhadap jajanan tersebut positif mengandung Rhodamin B.
“Cone eskrim warna merah atau pink berdasarkan sampling kita bukan berarti semuanya mengandung Rhodamin B ya. Itu (positif Rhodamin B) harus uji lab lagi,” kata pria yang akrab disapa Moses ini.
Moses menerangkan, kegiatan yang dia laksanakan tersebut juga menyampaikan tentang pentingnya jajanan yang higienis di sekolah.
Sebab, kata dia, bisa saja jajanan sekolah dibuat tanpa mengandung bahan berbahaya akan tetapi karena tempatnya kotor dan kurang higienis menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
“Bisa saja tidak mengandung bahan berbahaya tapi kurang bersih, tidak higienis bisa membuat anak-anak diare, sakit perut bahkan radang,” ungkapnya.
Mojaza mengatakan, sosialisasi pengawalan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) ini rutin dilaksanakan tiap tahunnya.
Sampai saat ini, sudah 663 sekolah telah diberikan sosialisasi terkait kebersihan jajanan sekolah.
“Ini kami laksanakan tiap tahun, kami mengundang ahli nutrisi dan dokter anak untuk memberikan cakrawala tentang kesehatan anak agar mendapatkan nutrisi yang bagus dan aman,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan sosialisasi Balai BPOM di Serang ini juga dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Tujuannya tentu agar jajanan sekolah terbebas dari kandungan atau zat berbahaya dan terjaga kebersihannya.
“Keinginan kita kegiatan ini juga dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan tidak oleh kita sendiri,” tuturnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











