SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bakal calon Walikota Serang, Syafrudin, akan menggunakan isu lokal dan keberhasilannya selama memimpin Kota Serang pada periode 2018-2023.
Strateginya itu untuk melawan koalisi Golkar, PPP, dan PKB. Karena, koalisi ini dinilai cukup besar dalam perolehan suara di Pileg 2024.
Koalisi yang dipimpin oleh Golkar ini mengusung pasangan Ratu Ria Maryana dan Subadri Ushuludin. Terbaru, mereka baru saja mendapatkan rekomendasi dari DPP PKB pada Minggu, 18 Agustus 2024.
Syafrudin mengatakan, dalam menghadapi koalisi besar dengan basis kursi DPRD yang cukup kuat itu, PAN dan NasDem akan menggunakan strategi yang cermat dan fokus.
“Kami analisis kekuatan koalisi
kami, akan pahami siapa anggota koalisi lawan dan kekuatan masing-masing. Identifikasi partai-partai dominan dan aliansi yang mendukung mereka, serta kekuatan dan kelemahan mereka,” ujar Syafrudin, Selasa, 20 Agustus 2024.
Syafrudin mengaku, di Pilkada Kota Serang 2024 akan berfokus pada isu lokal dan keberhasilannya selama menjabat Walikota Serang periode 2018-2023.
“Kami akan menekankan isu-isu lokal yang sangat relevan bagi pemilih dan tunjukkan rencana konkret untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Keberhasilan yang konkret bisa menjadi daya tarik yang kuat,” katanya.
Diketahui, saat ini sudah terdapat tiga pasangan calon yang akan berkontestasi di Pilkada Kota Serang 2024.
Budi Rustandi-Nur Agis Aulia diusung PKS dan Gerindra; Ratu Ria Maryana-Subadri Ushuludin diusung Golkar, PKB, PPP; serta Syafrudin-Heriyanto Citra Buana diusung NasDem dan PAN. (*)
Editor: Agus Priwandono











