PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Sampah menumpuk di sungai Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, diduga akibat kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan. Berbagai jenis sampah, terutama sampah rumah tangga, terlihat mencemari aliran sungai tersebut.
Dari pantauan Radar Banten di lokasi, sampah-sampah itu seperti plastik yang dibuang sembarangan itu didominasi sampah yang berasal sampah rumah tangga. Tumpukan sampah ini membuat lingkungan menjadi tercemari.
Pj Kepala Desa Koranji, Eka Rahmawijaya, mengungkapkan bahwa masalah ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan menjadi turun temurun.
“Ya, ini sudah terjadi sejak lama dan tidak ada komplain atau pengaduan dari mana pun. Mungkin warga sudah merasa nyaman dengan kondisi ini. Namun, kami tetap mengingatkan bahwa kebiasaan ini berbahaya dan tidak sehat,” ungkapnya, Kamis 22 Agustus 2024.
Ia mengatakan, persoalan penumpukan sampah di sungai Desa Koranji ini, tak lepas dari minimnya fasilitas penampungan sampah di desa tersebut. Warga terpaksa membuang sampah ke sungai karena tidak ada tempat penampungan sementara (TPS), sementara jarak tempuh truk pengangkut sampah terlalu jauh.
“Di sini tidak ada bak penampungan sementara. Sungai ini juga hanya berair saat hujan besar,” katanya.
Menurut Eka, sampah yang menumpuk di sungai sebagian besar berasal dari warga Desa Koranji dan sekitarnya.
“Hampir semua warga Koranji buang sampah di sini, bahkan ada yang dari luar desa. Ada juga yang membuang ke kebun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini, belum ada warga di Desa Koranji yang berlangganan jasa pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Masalahnya, jarak ke TPA terlalu jauh. Kalau dekat, mungkin pemuda di sini bisa mengelola mobil bak untuk mengangkut sampah,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya berencana menyediakan tempat penampungan sampah agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Solusinya, mungkin kami akan bekerjasama dengan pemuda desa. Jika ada yang siap menyediakan mobil bak terbuka, bisa jadi pengganti DLH untuk mengangkut sampah,” tuturnya.
Sementara salah satu pengendara yang melintas, Yogi mengatakan dirinya mengeluhkan dengan kondisi seperti itu, karena sangat menggangu kepada kesehatan selain nyaman ketika dipandang dan juga tercemarnya lingkungan.
“Iya kurang nyaman kalau dilihat, kemudian Kesehatan juga terganggu. Mudah-mudahan sih pengennya punya bak penampungan sampah atau diangkut oleh pihak terkait,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Ratu Tanti Darmiasih saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID belum dapat merespons.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











