SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang telah melakukan pengambilan sampel air Sungai Ciujung yang mulai menghitam. Pengambilan sampel dilakukan di lima titik mulai dari hulu hingga hilir.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Muas Sisul Haq mengatakan, telah mengambil sampel air di lima titik.
Ke lima titik tersebut antara lain di bendungan Pamarayan, lalu di jembatan Panosogan, Blokang, jembatan Kragilan, lalu di Desa Ragas Masigit Carenang dan terakhir di jembatan Jongjing, Tirtayasa.
“Sampel sudah dibawa ke lab, mudah-mudahan 10 hari ke depan bisa kelihatan hasilnya. Dari hasil pengamatan sementara, dua titik yang terlihat menghitam dan berbau yaitu di titik ke empat dan ke lima,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat 23 Agustus 2023.
Ia mengatakan, menghitamnya sungai Ciujung di dua titik terakhir diakibatkan lantaran debit air Sungai Ciujung yang menyusut. Selain itu adanya beban cemaran baik dari limbah industri maupun limbah domestik.
“Selain itu di bagian hilir terjadi pendangkalan sehingga aliran air menjadi tidak lancar ke laut. Sehingga bisa dikatakan air terjebak di muara,” ungkapnya.
Nantinya, akan ada sebanyak 20 parameter yang diuji, mulai dari parameter fisika maupun kimia terkait kondisi air di Sungai Ciujung. “Untuk hasil pengujian tahun 2023 lalu ada tiga zat yang diatas ambang batas yaitu TDS, BOD dan sulfat. Untuk hasil tahun ini kita masih menunggu uji lab,” tegasnya.
Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan agar pencemaran Sungai Ciujung dapat teratasi dengan melakukan upaya normalisasi. Namun kewenangan untuk normalisasi ada di Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3).
“Normalisasi harus dilakukan agar alirannya lancar. Paling pentingnya penambahan debit air,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











