SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Kasus kebakaran yang terjadi di pabrik mebeler yakni PT Citra Panel Buana yang beralamat Jalan Raya Serang-Rangkasbitung, Desa Majasari, Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang berhasil ditangani.
Kebakaran yang terjadi Selasa 27 Agustus 2024 sekitar pukul 17.00 tersebut diduga menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah. Upaya pendinginan pun masih dilakukan oleh Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang hingga pukul 13.00 WIB.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Boyatno menjelaskan, penanganan kebakaran di pabrik mebeler di Jawilan cukup menyulitkan lantaran banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar dan kondisi angin yang cukup kencang.
“Cukup kesulitan karena banyaknya barang-barang yang mudah terbakar. Ada banyak furniture baik bahan-bahan ataupun yang sudah jadi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 28 Agustus 2024
Ia mengatakan, api mulai mengecil dan bisa dikendalikan ketika pukul 03.00 WIB dinihari. Bahkan, tim hingga pukul 13.00 WIB masih melakukan upaya pendinginan.
“Pada prinsipnya, Damkar akan memastikan sudah tidak ada lagi sumber-sumber api atau bahkan potensi munculnya api. Karena ada banyak dampak yang bisa muncul,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ada kurang lebih sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan untuk penanganan kebakaran, yakni berasal dari Kabupaten Serang, Industri, Kota Serang hingga BPBD Provinsi Banten.
Ia mengungkapkan, kebakaran diduga akibat human error yakni munculnya percikan api dari mesin yang tengah melakukan produksi. Percikan api tersebut kemudian jatuh di bahan-bahan yang mudah terbakar.
“Diduga bersumber dari mesin pemotong yang menimbulkan percikan api, kemudian jatuh ke bahan yang mudah terbakar. Tadinya kecil, cuman karena tidak sigap dalam penanganan api kemudian membesar,” paparnya.
Ia mengatakan, ada sejumlah ruangan yang terbakar akibat kejadian tersebut mulai dari gudang, tempat produksi hingga ruang perkantoran. “Jadi di gudang itu ada tempat produksi dan tempat perkantoran dan ada tempat peking. Itu semua habis total,” tegasnya.
Ia mengatakan, belum mendapatkan laporan secara rinci mengenai kerugian. Namun ia memperkirakan kerugian yang diderita oleh perusahaan mencapai miliaran rupiah.
“Karena ada barang-barang yang sudah jadi dan akan di ekspor, dan ada juga barang-barang lainnya yang terbakar baik bahan, ataupun barang-barang yang setengah jadi,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











