LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana pergerakan tanah kembali terjadi di Kampung Margamulya Dua, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, pada Minggu, 1 September 2024. Saat ini, ada satu rumah warga yang mengalami kerusakan.
Bencana yang sama yakni di Kampung, Margamulya Dua, Desa Cigoong Utara, pernah terjadi pada tahun 2022 lalu.
Pada tahun 2023 juga terjadi bencana yang sama. Dan, merusak 16 rumah warga dan tiga rumah di antaranya ambruk.
Mengenai ancaman bencana pergerakan tanah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan ke Desa Cigoong Utara.
“Wilayah Cikulur ini menjadi menarik, karena fenomena ini seakan-akan berulang-ulang. Karena pada tahun 1980-an bencana terjadi dan sekarang terjadi lagi. Kita lagi mencari faktor pemicunya terkait hal itu,” kata Febby, Senin, 2 September 2024.
Menurut Febby, dampak bencana pergerakan tanah yang berulang-ulang tersebut menjadi kajian BPBD Lebak untuk mencari penyebab pastinya. Karena, bencana tersebut terjadi desa yang berdekatan yakni Desa Cigoong Utara dan Curugpanjang.
“Pemicunya apakah ada kaitannya,dengan pembangunan-pembangunan yang masif atau memang kerentanan tanah. Jadi secara kebencanaan akan kita teliti lebih jauh,” kata Febby.
Berdasarkan penelitian Badan Geologi dan BPBD Lebak, wilayah Cigoong Utara merupakan rentan terjadi bencana pergerakan tanah.
“Memang sepanjang wilayah Desa Cigoong Utara dan Desa Curugpanjang merupakan wilayah rentan terjadinya bencana pergerakan tanah. Karena merupaka jalur kerentanan tanah menengah ke tinggi,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











