LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Dugaan penggelapan dana Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang terjadi di Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, pada 10 September 2024 lalu mendapat sorotan banyak pihak.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa (Kades) Binong, Saepudin mengakui adanya permasalahan dalam penyaluran bansos tersebut. Dirinya juga memberikan penjelasan terkait adanya bansos yang diduga digelapkan oleh oknum Perangkat Desa (Prades).
“Jawaban kami sebagai Kepala Desa, pertama memang ada trouble, cuma trouble (masalah-red) itu sudah kita bereskan di bawah dan juga sudah disaksikan baik BPD, Babinsa, Babinmas, juga masyarakat yang terkait itu dipanggil. Bahwa sudah ada musyawarah kesepakatan,” kata Saepudin kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 13 September 2024
Ia menegaskan, dugaan penggelapan yang ramai diberitakan sebelumnya tidaklah benar adanya. Hal tersebut dikarenakan telah ada kesepahaman dan kesepakatan dengan pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Binong beberapa waktu lalu.
“Artinya tidak ada hal-hal demikian (penggelapan-red). Dan kami pun didampingi oleh BPD, dan BPDalhamdulillah sangat tegas dan menginginkan hal ini ke depan lebih baik dan lebih transparan, tepat sasaran juga,” jelasnya.
“Untuk klarifikasinya dengan pihak rekan media, artinya kita juga memohon itu jugadisampaikan kepada rekan-rekan media yang lain agar tidak melebar luas,” tambahnya.
Saepudin menerangkan bahwa kegaduhan yang ada di Desa Binong terkait Bansos itu sudah diantisipasi dan dibereskansecara secara musawarah. Adapun permasalahan yang terjadi, Saepudin mengaku terdapat kendala dari sistem jaringan di gateway KKS penerima. Sehingga tidak terkontrol bahwa uang itu sudah masuk ataupun tidak.
“Namun nyatanya ada sebagian masuk, ada sebagian tidak. Dan yang sudah masuk itu yang sudah kami antisipasi dan dibereskan di bawah. Sudah beres di bawah,” terangnya.
Terkait dugaan tidak dibagikannya KKS dan Buku Tabungan PKH kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Saepudin mengklaim tidak ada satupun pihaknya yang memegang itu.
“Tidak ada yang pegang, dan prades tidak ada yang merasa memegang,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: AGung S Pambudi











