LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1.470.198 penduduk terdaftar dalam program JKN dari total jumlah penduduk Kabupaten Lebak sebanyak 1.494.976 jiwa atau 98,34 persen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menargetkan semua warga masuk peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Alhamdulilah, Kabupaten Lebak telah mencapai target nasional yang ditetapkan pemerintah. Di sisi lain, progres angka keaktifan peserta JKN saat ini sudah mencapai 75,95 persen atau sebanyak 1.135.404 penduduk,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr Budhi Mulyanto, Senin, 30 September 2024.
Program JKN-KIS itu terdiri dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Mandiri BPJS Bidang Kesehatan.
Dengan demikian, pihaknya menargetkan pada akhir tahun 2024 warga Kabupaten Lebak semua menjadi peserta JKN-KIS.
“Kita tinggal 1 persen lebih lagi yang belum menjadi peserta JKN-KIS,” kata direktur RSUD Adjidarmo ini.
Menurut dia, menjadi peserta program JKN-KIS itu untuk mendukung derajat kesehatan masyarakat. Selain itu juga untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan sehat.
“Bila masuk peserta JKN-KIS tentu bisa terlindungi dari biaya pengobatan medis secara gratis di puskesmas maupun rumah sakit,” katanya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Lebak, dr. Firman Rachmatullah menambahkan, Kabupaten Lebak menjadi satu di antara kabupaten/kota di Indonesia yang telah mencapai target nasional yang ditetapkan pemerintah.
Karena itu, Kabupaten Lebak pada awal Aguatus lalu bersama 33 provinsi dan 460 kabupaten/kota menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2024 dari Wakil Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, penghargaan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh pihak di lingkungan Pemkab Lebak dan seluruh stakeholder dalam meningkatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak
“Tentunya, bersama kita dukung optimalisasi program JKN-KIS dengan menghadirkan layanan prima di fasilitas kesehatan, puskesmas dan rumah sakit,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











