DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang terus berupaya untuk menjaga kondisi lingkungan di Kabupaten Serang. Salah satunya dengan memasifkan program gerakan budaya peduli lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Serang Prauri mengatakan, program gerakan budaya peduli lingkungan digencarkan di masyarakat, mulai dari ibu-ibu hingga remaja. Tujuannya supaya menciptakan kepedulian lingkungan berbasis masyarakat.
Menurut Prauri, upaya pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja. Akan tetapi juga melibatkan semua pihak baik itu perusahaan hingga masyarakat.
Program ini memiliki tiga sub kegiatan. Yakni kegiatan peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera, kegiatan Adiwiyata atau sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, dan kegiatan saka kalpataru atau satuan karya kalpataru.
Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera
Kegiatan ini merupakan program dari Kementerian BKKBN RI yang dilaksanakan setiap pemerintah daerah di seluruh Indonesia, yang bertujuan agar ibu rumah tangga dengan ekonomi berpenghasilan rendah dapat membantu menambah pendapatan kesejahteraan keluarga.
Leading sektor kegiatan ini ialah Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A). Namun, semua Organisasi Pemerintah Daerah wajib mendukung program ini sesuai dengan kapasitas masing-masing, seperti pembinaan, sosialisasi, maupun bantuan dalam bentuk barang ataupun uang.
Sedangkan DLH berperan dalam hal sosialisasi penanganan sampah, bagaimana cara agar ibu-ibu bisa mengurangi hingga mengolah sampah menjadi bernilai ekonomi. Sehingga dapat membantu kesejahteraan keluarga.
Program ini sudah berjalan sejak tahun 2006, setiap tahunnya akan ditunjuk per kecamatan 2 desa, setiap desa 2 RW dengan peserta 100 Kartu Keluarga.
Di Kabupaten Serang sendiri, sesuai SK Bupati baru ada 5 kecamatan yang mengikuti program ini untuk 5 tahun, pemilihan kecamatan ini menyesuaikan dengan jumlah desa tertinggal agar bisa meningkat menjadi desa mandiri.
Adiwiyata atau Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
Kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup RI yang dimulai sejak 2013, tetapi setiap tahun selalu ada perkembangan. Adiwiyata sendiri merupakan penetapan sekolah-sekolah yang grade kebersihan, kehijauan, serta keamanannya di atas rata-rata sekolah lainnya.
Tidak semua sekolah bisa ikut program sekolah Adiwiyata, tak hanya dari segi kondisi lingkungan yang hijau dan bersih, tetapi kelengkapan dokumen sekolah juga harus lengkap. Program ini di Kabupaten Serang baru dimulai pada tahun 2020, program ini bersifat berkelanjutan agar sekolah mampu terus mengelola lingkungan tetap bersih, hijau dan aman.
Tercatat sejak 2013, sekolah Adiwiyata di Kabupaten Serang terdapat 30 sekolah jenjang SD dan SMP. Pada tahun 2019, ada 5 sekolah adiwiyata di Kabupaten Serang yang mencapai tingkat berskala nasional yakni SMA Nurul Fikri, SMP Nurul Fikri, SMAN 1 Kramatwatu dan SMN 1 Kragilan, dan SD Cikande 01.
Saka Kalpataru atau Satuan Karya Kalpataru
Kegiatan ini merupakan pemberdayaan anggota pramuka setingkat siswa SMA. Saka Kalpatru memiliki 3 krida yakni Krida 3R, Krida Iklim, dan Krida Konservasi.
Program Saka Kalpataru memiliki pengurus yang terdiri dari majelis pembina Saka dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Bidang Pencegahan, kemudian Pimpinan Saka, dan Pamong Saka.
Dengan dilaksanakannya program Gerakan Budaya Lingkungan ini, sudah banyak masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap kondisi lingkungan, bahkan sudah memiliki penghasilan dari hasil mengolah sampah. Hal itu terwujud berkat rutin dan intensifnya kegiatan pelatihan dan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. (adv)











