PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aksi duel sekelompok pelajar di Pandeglang membuat geger jagat maya.
Menurut Kanit Reskrim Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang, Ipda Robert Sangkala, insiden tersebut ternyata bukan yang pertama.
Robert menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelajar yang telah diamankan, duel tersebut merupakan kelanjutan dari konflik sebelumnya.
Salah satu pelajar merasa tidak terima atas kekalahan, sehingga pelajar tersebut sepakat untuk bertemu kembali dan mengulang duel untuk kali kedua dengan membawa pistol korek.
“Dari duel yang awalnya itu dari salah satunya dianggap kalah merasa tidak terima kemudian mengajak duel kembali sehingga terjadilah kejadian tersebut di lapangan bola di Kecamatan Cadasari tersebut,” katanya, Jumat, 8 November 2024.
Polisi telah mengamankan tiga pelajar yang terlibat dalam aksi duel antarpelajar tersebut yang aksinya viral di media sosial (medsos).
Lanjutnya, alasan dari salah satu pelajar mengaku menodongkan pistol korek api itu hanya untuk menakuti lawannya.
“Ya, dari pengakuan pelajar itu, pistol korek api hanya digunakan untuk menakut-nakuti lawan,” katanya.
Robert menambahkan bahwa polisi akan melakukan pembinaan terhadap para pelajar tersebut, mengingat mereka masih di bawah umur.
“Atas kejadian ini kami akan melakukan pembinaan terhadap pelajar tersebut, karena yang kami amankan masih berusia di bawah umur,” ucapnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, orang tua, dan guru untuk selalu intens meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ataupun para siswa agar kejadian serupa tak terjadi kembali.
“Kepada para orang tua dan pihak sekolah untuk selalu intens selalu mengawasi anak-anaknya baik di sekolah maupun di rumah, agar tidak terjadi kejadian serupa,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Abang jago, video aksi duel sejumlah pelajar di Pandeglang viral di medsos. Duel itu dilakukan di sebuah lapangan di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Polisi pun langsung turun tangan menyikapi hal tersebut.
Editor: Agus Priwandono











