PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang melakukan pemantauan ke tiga lokasi titik banjir di Kabupaten Pandeglang.
Tiga titik lokasi banjir tersebar di Desa Citeureup di Kecamatan Panimbang, Desa Sukanagara di Kecamatan Carita, dan Desa Ciawi di Kecamatan Patia.
Pemantauan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, dan Sekretaris BPBDPK Pandeglang, Nana Mulyana.
Kepala BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, banjir akibat cuaca hujan dari malam hari sampai sekarang.
“Sehingga menyebabkan aliran sungai meluap, merendam rumah warga yang tersebar di tiga desa,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 22 November 2024.
“Kita dari BPBDPK sudah menerjunkan tim ke tiga lokasi sekaligus mendistribusikan bantuan logistik,” katanya.
Banjir terjadi karena wilayah hulu sungai diguyur hujan deras. Ditambah ada sungai yang mengalami pendangkalan.
“Tapi khusus untuk yang di Desa Citeureup, banjir bukan hanya karena hujan deras, tapi memang kondisi kolong jembatannya dipenuhi sampah bambu dan kayu,” katanya.
Kondisi itu menyebabkan aliran sungai meluap dan merendam permukiman.
“Terkait hal ini, kita sudah koordinasikan dengan pihak PUPR Pandeglang yang diteruskan kepada Kementerian PUPR karena status jembatan jalan nasional,” katanya.
Lebih lanjut, Riza menjelaskan, penanganan pembersihan sampah ini kemungkinan membutuhkan alat berat, lantaran sudah lama menumpuk dan cukup banyak.
“Kalau dilakukan secara manual membutuhkan waktu lama dan menunggu kondisi air surut,” katanya.
Riza mengungkapan, sementara ini kondisi luapan air masih relatif aman. Ketinggian genangan antara 10 sentimeter sampai 1 meter.
“Banjir juga memutuskan akses jalan poros desa di Desa Ciawi, Kecamatan Citeureup, sehingga untuk sementara warga menaiki rakit agar bisa menyeberangi aliran sungai di Ciawi,” katanya.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan, TRC BPBDPK juga memberikan bantuan makanan ke Carita.
“Karena warganya tidak bisa masak akibat tempat masaknya terendam banjir,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











