SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seribu lebih penyandang disabilitas direkrut PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) sebagai karyawan. Rekrutmen terhadap para penyandang disabilitas merupakan bentuk komitmen Alfamart terhadap program inklusif Alfability yang diluncurkan sejak 2016 lalu.
Menurut Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu, alfability wujud tanggung jawab sosial perusahaan bagi penyandang disabilitas, yang bertujuan merekrut, memberikan mereka peluang untuk berkontribusi dan berkembang di lingkungan kerja yang mendukung.
“Hingga akhir tahun 2024, lebih dari 1.000 karyawan disabilitas telah bergabung dalam keluarga besar Alfamart. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bekerja di berbagai posisi, mulai dari toko, gudang, hingga ke kantor pusat,” katanya melalui siaran pers yang diterima, Sabtu 7 Desember 2024.
Sunu mengungkapkan, dengan beragam posisi yang dapat diemban tersebut menunjukkan bahwa para penyandang disabilitas mempunyai potensi meskipun mereka terdapat keterbatasan fisik.
“Sejak November 2024, total ada 1.040 penyandang disabilitas telah bekerja di Alfamart di berbagai posisi, seperti kantor, gudang, dan toko. Dengan rincian, 566 tunadaksa, 377 tunarungu, 79 tunanetra, 18 tunagrahita atau tunalaras,” ungkapnya.
Sunu mengatakan, di Alfamart Cabang Serang sendiri, terdapat 34 penyandang disabilitas yang telah menjadi karyawan dan meniti karier di Alfamart. “Program Alfability hadir tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang inklusif dan suportif,” ujarnya.
“Dengan menjalankan program Alfability, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung bagi semua karyawan. Kami percaya bahwa keberagaman memperkaya perusahaan kami dan membantu kami melayani pelanggan dengan lebih baik,” sambung dia.
Sunu menambahkan, para karyawan yang tergabung dalam program ini tidak hanya berkontribusi melalui pekerjaan mereka, tetapi juga membawa semangat dan dedikasi yang luar biasa, yang menjadi inspirasi bagi rekan-rekan kerja mereka.
Ia menegaskan komitmen Alfamart untuk terus menyediakan pelatihan dan dukungan yang diperlukan agar setiap karyawan dapat memberikan yang terbaik dalam perannya.
Oleh karenanya, Alfability ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi semua, menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas dan mendorong inklusi di seluruh sektor industri.
“Dengan berbagai inisiatif dan program seperti Alfability, Alfamart tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosialnya untuk meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan menciptakan peluang bagi semua individu,” tuturnya.
RAIH PRESTASI
Alfability tidak hanya sekedar ruang dan kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk bekerja di Alfamart. Lebih dari itu, Alfability memberikan kesempatan terbaik untuk penyandang disabilitas mengembangkan potensi yang dimiliki.
Hal ini dibuktikan melalui kisah inspiratif yang datang dari Desti, kepala toko Alfamart dari Alfamart Cabang Jambi dan Bunga, karyawan personalia dari Alfamart Cabang Pekanbaru. Walau dengan keterbatasan, mereka berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan membawa raihan lima medali pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional ke-XVII yang diselenggarakan di Solo pada Oktober 2024 lalu.
Tiga medali berhasil diraih Desti. Satu medali emas dari cabor tolak peluru dan dua medali perunggu dari lempar lembing dan cakram. Sementara Bunga, meraih dua medali perunggu pada cabor angkat berat.
Desti dan Bunga adalah cerminan dari semangat pantang menyerah dan membuktikan bahwa kekurangan bukanlah hambatan untuk bisa berkarya dan berprestasi dari dalam dan luar pekerjaan.
Editor: Mastur Huda











