• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Lebak

Badan Geologi Selidiki Penyebab Pergerakan Tanah di Lebak

Nurandi by Nurandi
Kamis, 19 Desember 2024 12:01
in Lebak
0
Badan Geologi Selidiki Penyebab Pergerakan Tanah di Lebak

Badan Geologi saat melakukan penelitian. Foto : BPBD Lebak

0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana pergerakan tanah di Kabupaten Lebak telah berdampak besar pada pemukiman masyarakat, menutup akses jalan utama dan merusak sejumlah rumah warga.

Diketahui awal pergerakan tanah dipicu hujan lebat selama beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Lebak yang menyebabkan longsor di longsor di beberapa wilayah di Lebak, pada Rabu 18 Desember 2024.

Diketahui kejadian di Cihara dan Bayah, mengulang bencana pergerakan tanah yang kelam di Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, pada tahun 2022 silam. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak akhirnya menggandeng Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengungkapkan, pasca kejadian bencana longsor dan pergerakan tanah, pihaknya bersurat kepada Badan Geologi untuk mengecek penyebab bencana tersebut yang terjadi di beberapa kecamatan di Lebak.

“Setelah berkirim surat, pihak geologi menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan penelitian wilayah-wilayah yang terjadi bencana longsor dan pergerakan tanah itu,” ungkap Febby melalui telepon, Rabu (18/12).

Dikatakan Febby, beberapa lokasi yang dilakukan penelitian itu di antaranya di Kecamatan Cilograng, Bayah, Panggarangan dan Kecamatan Cihara. Menurutnya, proses penelitian yang dilakukan, mulai dari kondisi lahan, jenis tanah, posisi longsoran dan sebagainya.

“Penelitian ini dilakukan melalui darat dan udara, tujuannya untuk memastikan penyebab bencana itu apa dan apakah lahan itu masih layak atau tidak untuk ditempati penduduk,” katanya.

Lanjut Febby, proses penelitian dilakukan selama 5 hari mulai dari hari Jumat (13/12). Menurutnya mudah-mudahan dalam waktu satu atau dua minggu kedepan hasilnya bisa keluar.

“Hari terakhir penelitian, para tim sudah kembali membawa sampel-sampel dari lapangan, dan sekarang tinggal menunggu hasilnya seperti apa,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ketika hasil penelitian itu lokasi-lokasi pergerakan tanah dan longsor tersebut tidak layak lagi dijadikan permukiman warga. Febby mengaku, jika lokasi longsor sudah tidak layak lagi dijadikan tempat tinggal maka warga itu akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.

“Iya, kita akan kasih pilihan opsi relokasi terpusat dan mandiri kepada masyarakat terdampak. Namun tergantung juga kesediaan lahannya, apakah di desa itu ada lahan bengkok atau lahan pemerintah yang bisa digunakan relokasi warga,” bebernya.

Ia menambahkan, jumlah rumah warga yang terdampak bencana pergerakan tanah dan longsor yang terjadi di sejumlah kecamatan itu sebanyak 310 rumah, dengan rincian sebanyak 152 rusak ringan, 15 rusak sedang dan 143 rusak berat.

“Masyarakat yang terdampak sekarang ini ada yang tinggal di tempat pengungsian, ada juga yang mengungsi di rumah saudaranya masing-masing,” tuturnya.

Editor: Abdul Rozak

Tags: badan geologiBantenBPBD LebakcidikitCiharaLebakLongsorpengungsipergerakan tanahWarga
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Reaktivasi Rel Kereta Rangkasbitung-Labuan Dimulai Tahun 2025

Next Post

Raih Penghargaan LKBA Kabupaten Serang 2024, Desa Sindangmandi Komitmen Jaga Lingkungan

Next Post
Raih Penghargaan LKBA Kabupaten Serang 2024, Desa Sindangmandi Komitmen Jaga Lingkungan

Raih Penghargaan LKBA Kabupaten Serang 2024, Desa Sindangmandi Komitmen Jaga Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Menuju PON 2028, Andra Soni Minta Pembinaan Atlet Banten Diperkuat

Menuju PON 2028, Andra Soni Minta Pembinaan Atlet Banten Diperkuat

by Yusuf Permana
Minggu, 30 Agustus 2026 12:31
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID -  Pemerintah Provinsi Banten mulai menyiapkan kekuatan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara...

Pecinta Durian Siap-siap, Pemkab Lebak Akan Gelar Festival Murak Kadu

Pecinta Durian Siap-siap, Pemkab Lebak Akan Gelar Festival Murak Kadu

by Nurabidin
Minggu, 30 Agustus 2026 12:27
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Momen musim durian di Kabupaten Lebak dimanfaatkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak untuk menarik wisatawan datang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.