LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis presentase daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi tahun 2024. Dari data tersebut, Lebak menempati posisi kedua dengan daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Banten.
Diketahui, persentase penduduk miskin di Banten berdasarkan data BPS tahun 2024, yang pertama ditempati Kabupaten Pandeglang 9,18 persen, Kabupaten Lebak 8,44 persen, Kabupaten Tangerang 6,55 persen, Kabupaten Serang 4,5 persen, Kota Tangerang 5,43 persen, Kota Cilegon 3,75 persen, Kota Serang 5,65 persen dan Kota Tangerang Selatan 2,36 persen.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra mengklaim bahwa persentase kemiskinan di Lebak mulai turun berkat intervensi sejumlah program.
“Lebak tingkat kemiskinannya 8,44 persen yang tertinggi Pandeglang 9,18 persen. Itu hasil upaya dan kerja keras Pemkab Lebak dalam optimalisasi penurunan angka kemiskinan melalui bansos, infrastruktur, pemberdayaan, dan lain-lain,” kata Eka kepada Radarbanten.co.id, Selasa 7 Januari 2024.
Menurut Eka, melalui strategi peningkatan pendapatan melalui program-program bansos, pengurangan beban pengeluaran melalui subsidi dan perlindungan sosial, serta pengurangan kantong kemiskinan melalui infrastruktur, Pemkab Lebak berhasil menurun presentasi kemiskinan.
“Pemkab Lebak telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan sejak pandemi covid 19 pada 4 tahun terakhir secara signifikan dari 10,6 persen, 9,7 persen, 8,9 persen dan saat ini sdh 8,4 persen,” terangnya.
“Selain itu kita sudah melaksanakan gebyar KLASIK (Kolaborasi Lebak Atasi Stunting Inflasi dan Kemiskinan ekstreem) sebanyak tiga tahap di puluhan titik dalam setahun mampu menurunkan angka miskin ekstrem dari 1,67 persen saat ini tinggal 0,82 persen,” sambungnya.
Eka berharap program gebyar KLASIK terus dilanjutkan, dalam mengentaskan dan menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak.
“Program pemberdayaan, perlindungan, dan bantuan pengembangan usaha serta kolaborasi semua pihak terus ditingkatkan. Data BPS itu apa upaya yang selama ini dilakukan Pemda untuk menekan angka kemiskinan,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











