SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Defisit produksi cabai lokal di Banten membuat Tanah Jawara ini bergantung pada suplai cabai dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan komoditas yang identik dengan rasa pedas ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso membenarkan jika pemenuhan kebutuhan cabai di Banten itu masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Saat ini untuk stok pasokan kita itu dari Pasar Induk Tanah Tinggi yang menjadi pusat distribusi utama cabai di Banten. Akan tetapi, Pasar Induk Tanah Tinggi ini juga memasoknya dengan pasokan yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Nah, saat ini kan pasokan dari daerah-daerah tersebut juga sedang sulit karena faktor cuaca dan lainnya. Jadi ya berdampak nuga ke kita,” terangnya.
“Tapi, kemarin saat dicek oleh pak Mendagri, pasokan cabai dari luar daerah di Pasar Tanah Tinggi sudah mulai menunjukkan angka perbaikan. Jika dibandingkan awal Desember, harga di pasar induk sudah mengalami penurunan,” sambungnya.
Babar juga mengatakan, untuk mengatasi defisit ini, pihaknya mengaku akan mendorong program ekstensifikasi, yaitu perluasan lahan tanam cabai di beberapa wilayah.
“Seperti yang disampaikan oleh Pak Pj Gubernur, kita akan lakukan ekstensifikasi lahan, seperti di Kabupaten Serang, Lebak, Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang. Selain itu, langkah kecil namun strategis juga dilakukan dengan membagikan bibit cabai kepada masyarakat, seperti pada saat peringatan Hari Ulang Tahun Banten ke-23 dan ke-24 kemarin,” jelasnya.
“Gerakan menanam cabai di rumah tangga ini tentunya dapat membantu memenuhi kebutuhan kecil secara mandiri dan mengurangi tekanan pada pasar, khususnya di wilayah perkotaan,” tandasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Ucok Abdul Rauf Damenta mengungkapkan bahwa saat ini, produsen lokal di Provinsi Banten hanya mampu memenuhi 10 hingga 20 persen dari total kebutuhan Cabai masyarakat Banten.
“Kami menghimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan-lahan yang ada agar tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ini penting untuk menekan ketergantungan dan menjaga kestabilan harga,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











