CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon akan fokus ke pemberantasan sarang nyamuk menyikapi tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari saat diwawancara Selasa 22 Januari 2024 menyampaikan bahwa dirinya belum menerima data terbaru.
“Memang ada kenaikan daripada tahun kemarin, tapi saya belum menerima datanya kalau yang terbaru, kalo yang kemarin udah ada cuma saya lupa,”
Meski demikian, Ratih menyampaikan bahwa Dinkes tetap melakukan upaya-upaya untuk mencegah DBD dengan melakukan sosialisasi dan membuat surat edaran.
Pihaknya mengaku masih banyak menemukan jentik nyamuk di rumah warga, baik di pot bunga, di ban bekas yang menjadi sarang nyamuk.
“Harus ada satu kader pemantau jentik, satu rumah. Seminggu sekali harus dilihat, apalagi musim hujan begini, terutama pot bunga itu di bawahnya,” tuturnya.
Soal fogging, Ratih menyampaikan bahwa itu hanya salah satu solusi dalam pemberantasan nyamuk dan pencegahan DBD.
Ratih tidak terlalu menyarankan untuk fogging karena dianggap racun dan hanya membunuh nyamuk dewasa bukan telur nyamuk atau jentik.
“Memang itu salah satu upaya, tapi bukan satu-satunya upaya yang harus dilaksanakan fogging. Karena kita lebih concern-nya itu ke pemberantasan sarang nyamuk,” tambah nya.
Ratih menuturkan untuk melakukan fogging, Dinkes menunggu laporan kasus DBD kemudian akan melakukan pengecekan pada radius 200 meter.
“Fogging itu salah satu upaya setelah sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi. Ketika memang memutuskan, oh ini memang harus difogging karena terdapat beberapa yang ditemukan penderita,” tuturnya.
Terakhir Ratih menuturkan akan tetap fokus pada pemberantasan sarang nyamuk, melalui kader pemantauan jentik sebagai upaya pencegahan paling efektif.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aditya











