SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Produksi tahunan cabai dan bawang di Kabupaten Serang masih belum memenuhi kebutuhan. Hal ini dikarenakan masih banyak petani yang belum mau menanam dua komoditas tersebut di Kabupaten Serang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suharjo mengatakan, di tahun 2024 pihaknya menargetkan sebanyak 4.000 ton untuk produksi bawang merah di Kabupaten Serang. Namun untuk produksi, hanya tercapai 1.300 ton.
“Itu masih belum maksimal. Karena bawang harus ekstra continue dan SDM kita belum banyak yang menekuni itu, masih belajar, yang berhasil di Kramatwatu, Padarincang rata-rata pendatang tapi warga lokal pada belajar, sekarang di Padarincang warga lokal mulai tanam karena melihat orang pendatang bagus jadi tertarik, kita terus dorong. Padarincang sangat cocok,” katanya, Jumat 24 Januari 2025.
Lalu untuk cabai merah, tahun lalu pihaknya menargetkan sebanyak 2.700 ton. Namun, yang tercapai sebanyak 800 ton. Padahal, kebutuhan harian untuk cabai merah sangat tinggi terutama saat momen-momen tertentu seperti saat hari besar natal tahun baru dan lebaran.
“Ini tantangan buat kami manfaatkan lahan yang kita miliki untuk bisa minimal mencukupi kebutuhan sendiri. Lahan banyak tinggal SDM saja didorong dilatih, kita dampingi agar mau tanam,” ucapnya.
Seperti saat ini, pasca momentum natal dan tahun baru, harga untuk dua komoditas tersebut masih sangat tinggi. Hal itu diakibatkan karena ketersediaan barang yang terbatas dan permintaan cabai yang tinggi.
“Ditambah musim kurang baik yang berlebihan di Jawa Tengah, Jawa Barat lagi banjir. Sementara andalan kita untuk suplai cabai, dan bawang dari sana sementara kena banjir,” ujarnya.
Apalagi, menjelang bulan Ramadhan, permintaan untuk cabai merah diprediksi akan terus meningkat sehingga tidak menutup kemungkinan harganya akan terus melambung.
Untuk itu, pihaknya berupaya untuk meningkatkan produktivitas cabai dan bawang di Kabupaten Serang dengan menggerakkan tanam cabai dan bawang merah di masyarakat. Dimana pada akhir 2024, DKPP mendapatkan anggaran 5 hektare untuk tanam bawang yang tersebar di Kragilan dan Mancak, Pabuaran dan Padarincang.
“Itu kita percepat tanamnya. Jadi tanam kemarin bulan November kira-kira Februari panen. Gak banyak per hektare produksinya, baru empat ton tapi lumayan. Dan kita belum continue,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menggerakkan para petani untuk menang cabai. Menurutnya, lahan di Kabupaten Serang sangat cocok untuk ditanam cabai. Saat ini sentra cabai di Kabupaten Serang Aru ada di Padarincang, Pabuaran, Cikeusal dan Kramatwatu.
“Produksinya belum continue jadi pada saat panen berlimpah, pada saat gak tanam gak ada suplai jadi belum continue, kerjasamanya begitu, tujuan kerjasama itu manakala kelebihan kita bisa kirim. Saling melengkapi, ini yang akan dituangkan dalam bentuk MoU,” ucapnya.
Sementara, untuk memenuhi kebutuhan dua komoditas tersebut, pihaknya berencana akan menjalin kerjasama dengan wilayah penghasil cabai dan bawang seperti Garut dan Brebes.
“Kemarin Garut informasi punya bawang dan cabai, kita akan tindaklanjuti dengan kerjasama antar daerah, semacam kerjasama dengan dinas nanti ada berita acara kerjasama,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











