PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Stok logistik dasar bantuan kebencanaan di 16 Lumbung Sosial di Kabupaten Pandeglang kosong. Terjadinya kekosongan ini dikarenakan dari Kementerian Sosial dan Provinsi Banten belum mengirimkan buffer stock logistik bantuan kebencanaan ke setiap Lumbung Sosial di Kabupaten Pandeglang.
Sebanyak 16 Lumbung Sosial itu tesebar di Kecamatan Sumur, Dua Lumbung Sosial. Kemudian satu Lumsos di Kecamatan Cibaliung, Cibitung, Cigeulis, Cikeusik, Panimbang, Sukaresmi, Patia, Pagelaran, Labuan, Carita, Mandalawangi. Kecamatan Cimanuk, Angsana, dan penambahan satu Lumsos di Kecamatan Pulosari.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Wawan Setiawan mengatakan, jumlah Lumsos di Kabupaten Pandeglang ada 16 Lumsos.
“Sebanyak 11 Lumsos punya pusat. Satu Lumsos dari Provinsi Banten, dan empat (4) lumsos dari APBD Kabupaten Pandeglang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 24 Januari 2025.
Wawan menjelaskan, saat ini stok logistik bantuan dasar di 16 Lumsos kosong. Disebabkan belum adanya pengiriman bantuan dari pusat dan provinsi.
“Sehingga tidak ada buffer stock di semua Lumsos dari tahun 2024. Jadi masih kosong,” katanya.
Wawan menjelaskan, terkait pemenuhan bantuan logistik saat ini pengadaaannya bersipat urgensi. Ketika terjadi bencana untuk bantuan logistik dasar dari Dinas Sosial. “Alhamdulillah untuk buffer stock selalu kita jaga di Dinsos,” katanya.
Sedangkan untuk pemenuhan buffer stock di Lumsos belum ada pengiriman lagi. “Dan kita sudah laporkan baik ke provinsi maupun ke pusat. Bahkan waktu ada Pak Mensos saat kunjungan di Kecamatan Pagelaran, kita sudah sampaikan, kalau Lumsos kosong,” katanya.
Walaupun kosong, syukur alhamdulillah selalu ada untuk kebutuhan bantuan kebencanaan. “Kalau untuk pengisian buffer stok Lumsos terakhir awal tahun 2024. Kalau enggak salah 30 paket per Lumsos, hasil pengadaan Rp100 juta,” katanya.
Sebelum akhir tahun, buffer stock habis dan banjir di bulan Desember 2024 kemarin menggunakan dana TT sebesar Rp200 juta. “Memang kalau Lumsos kosong tapi untuk kebutuhan urgen insya Allah ada 700 paket bantuan. Berasal dari pengadaan kemarin Rp200 juta,” katanya.
Ketua Forum Komunikasi Relawan Kampung Siaga Bencana Provinsi Banten dan selaku pengelola Lumsos, Beni Madsira mengatakan, stok logistik dasar bantuan di 16 lumsos kosong.
“Kosongnya ini karena memang Pandeglang beberapa kali dilanda bencana. Bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” katanya.
Sehingga, stok logistik di Lumsos habis terkuras. Saat ini berdasarkan hasil pengecekan di setiap Lumsos itu paling ada lima paket bantuan.
“Kalau lima maka kita katakan kosong. Minimal di setiap Lumsos itu 100 paket bantuan. Dengan kosongnya stok logistik ini tentunya berdampak terhadap kecepatan pengiriman bantuan,” katanya.
Biasanya, ketika memang terjadi bencana maka bantuan logistik dapat lebih cepat disalurkan. Dikarenakan lokasi pengambilan bantuan dari Lumsos atau kecamatan.
“Sedangkan ketika kosong maka harus menunggu penyaluran bantuan dari kabupaten. Karena memang harus mengambil dari gudang di kabupaten,” katanya.
Beni berharap, setiap Lumsos dapat diisi bantuan logistik lagi. Supaya nanti penyaluran bantuan dapat segera diterima korban bencana. “Menandakan pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat tertimpa bencana,” katanya.
Sepertihalya sekarang ini, terdapat satu rumah warga di Desa Cikayas, Kecamatan Angsana ambruk pada hari Kamis, 23 Januari 2024 malam. “Rumah yang ambruk milik Ustadz Jumhani setelah hujan deras,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











