PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Baznas Kabupaten Pandeglang menargetkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 3 miliar pada tahun 2025. Target ini berdasarkan pencapaian tahun sebelumnya. Sebagian besar ZIS berasal dari ASN di lingkungan Pemkab Pandeglang.
Ketua Baznas Kabupaten Pandeglang, Pery Hasanudin, mengatakan, “Estimasi target ZIS tahun 2025 sebesar Rp 3 miliar, melihat dari pendapatan tahun lalu. Sebagian besar ZIS berasal dari ASN, sementara dari masyarakat umum hanya sekitar satu hingga dua persen.”
Pery menambahkan, pengumpulan ZIS pada 2024 melebihi target. Hal ini membuatnya optimis dengan target 2025. “Alhamdulillah, tahun 2024 lalu target tidak hanya tercapai, tapi bahkan melebihi yang ditetapkan,” katanya.
Penetapan target ZIS 2025 dilakukan setelah rapat RKAT untuk memastikan target yang proporsional dan berbasis perhitungan matang. Pery juga menyatakan bahwa dana ZIS akan dialokasikan untuk lima kegiatan utama yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Penetapan target ini tidak bisa sembarangan, harus proporsional dan berdasarkan perhitungan yang matang,” jelas Pery.
Pery menekankan pentingnya kepercayaan publik. “Kepercayaan publik itu penting. Program yang kami jalankan harus benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama dalam pemberdayaan masyarakat. Kepercayaan publik adalah bagian dari akuntabilitas,” ujarnya.
Pery mengakui bahwa penerimaan ZIS di Pandeglang masih rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya. “Memang kami masih di bawah kabupaten/kota lain. Ini juga bergantung pada dukungan pemangku kebijakan terhadap Baznas, padahal kami juga turut membantu pemerintah,” ungkapnya.
Baznas Pandeglang memastikan bahwa dana ZIS yang terkumpul akan disalurkan ke sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, serta sarana dan prasarana keagamaan. “Uang yang dikumpulkan melalui ZIS kami salurkan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku,” jelas Pery.
Menjelang Ramadan 1446 H/2025, Baznas Pandeglang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program yang telah disiapkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.
Editor: Merwanda











