PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Kabupaten Pandeglang jurusan Labuan-Kalideres menjalani tes urine dan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah keamanan dan keselamatan berlalu lintas menjelang arus mudik Idul Fitri 1446 Hijriah.
Pemeriksaan berlangsung di aula Kantor PT Asli Prima Inti Karya dan PT Anugrah Jaya Usaha di Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan ini langsung dipantau oleh pimpinan perusahaan, bersama jajaran pengurus perusahaan otobus (PO).
Selain tes kesehatan dan urine bagi awak bus, pengelola AKAP juga melakukan berbagai persiapan lain menjelang arus mudik Lebaran 2025.
Upaya ini meliputi optimalisasi sarana dan prasarana armada serta pembinaan bagi para awak bus demi memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Cece Nurmansyah, pengelola sebuah perusahaan otobus, mengatakan upaya ini untuk memberikan pelayanan optimal, menjaga keselamatan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan serta tes urine bagi para awak bus AKAP.
“Kami ingin memastikan seluruh awak bus dalam kondisi sehat dan bebas dari narkoba, demi keselamatan penumpang,” ungkapnya, pada Senin 17 Maret 2025.
Menurutnya, pemeriksaan ini bukan hanya dilakukan saat musim mudik, tetapi sudah menjadi agenda rutin perusahaan.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan layanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Hasil tes urine terhadap puluhan awak bus menunjukkan tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba.
“Alhamdulillah, semua negatif. Artinya, tidak ada yang terlibat penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Selain hanya sopir, kondektur pun juga dilakukan tes urine guna memastikan mereka bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Pengurus PO Asli Prima, Dedi, mengatakan pemeriksaan ini dilakukan demi keselamatan di jalan serta memberikan rasa aman bagi pemudik.
“Kami ingin memastikan para awak bus tidak ada yang menggunakan narkoba. Alhamdulillah, hasil tes urine semuanya negatif,” katanya.
Selain itu, perusahaan juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi mitra kerja yang melanggar ketentuan, termasuk skorsing bagi sopir atau kondektur yang terbukti melanggar aturan.
“Kami tidak akan ragu memberikan sanksi demi menjaga kualitas layanan bagi pengguna bus AKAP,” tandasnya.
Editor: Aas Arbi











