PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jagat media sosial (Medsos) dihebohkan dengan pengakuan seorang perempuan yang mengklaim menjadi korban kekerasan. Pelaku diduga merupakan salah satu anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PKS.
Unggahan perempuan itu diposting di akun Instagram pribadinya @meysinputri_ langsung viral di media sosial. Dalam postingannya, ia membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan oknum legislator tersebut.
Tak hanya itu, korban juga melampirkan foto luka-luka yang diklaim sebagai bukti kekerasan fisik yang dialaminya. Unggahan itu pun memicu beragam reaksi dari warganet, yang ramai-ramai mengomentari kasus tersebut.
Ia menyebut sosok tersebut bernama Rifki Rafsanjani, yang merupakan legislator dari daerah pemilihan (Dapil) III Pandeglang.
Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban juga mengklaim identitasnya disalahgunakan untuk pinjaman online (pinjol). Ia menyebut pelaku meminjam uang Rp18 juta menggunakan namanya.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, @meysinputri_ mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin hubungan dengan Rifki selama hampir dua tahun. Namun, kekerasan mulai terjadi sejak lima bulan pertama mereka berpacaran.
“Terakhir kami bertemu itu 2 Februari, sudah pacaran lima bulan pun aku mulai dipukulin karena hal-hal sepele,” ungkapnya, Kamis 26 Maret 2025.
Ia mengaku kerap mendapatkan kekerasan fisik hingga 15 kali dalam berbagai kejadian. Bahkan, setiap kali ada masalah kecil atau ketika ia berusaha menyesuaikan diri dengan sikap pelaku, kekerasan terjadi.
“Saya selalu dipukulin, apalagi kalau dia enggak terima saya jalan sama cowok lain, padahal kami sudah putus dua minggu,” katanya.
Ia juga menceritakan kekerasan yang dialaminya, mulai dari bibir sobek, pelipis mata memar, tangan dan kaki lebam akibat didorong hingga jatuh. Bahkan, dalam salah satu insiden, ia mengaku dipaksa sujud saat dianiaya.
Meski mengalami kekerasan, ia mengaku belum melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Karena ia masih harus berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarganya sebelum mengambil langkah selanjutnya.
“Soalnya saya belum membahas ini dengan bapak saya, karena beliau masih sibuk. Tadi juga Rifki sudah dua kali datang ke rumah saya di Cikande, Jawilan Serang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Pandeglang, Dodi Setiawan menyampaikan ia sudah mengetahui tentang informasi yang beredar tersebut.
“Karena sudah menyimak pemberitaan, persoalan ini sedang kita bahas di partai,” jelasnya.
Dikatakan Dodi, pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap perempuan yang diduga melibatkan kadernya tersebut.
“Kita akan segera melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Kita akan verifikasi kebenaran informasi dan persoalan yang terjadi,” katanya.
Lanjutnya, jika terbukti bersalah berdasarkan laporan dan bukti yang ada, PKS akan mengambil tindakan tegas.
“Tentu PKS sebagai partai yang menjaga moralitas akan mengambil tindakan tegas terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.
Ia menyebut, pihaknya akan segera menggelar rapat internal dalam satu hingga dua hari ke depan untuk membahas langkah selanjutnya.
“Kita segera, dalam waktu satu dua hari ini kita akan melaksanakan rapat partai dulu rapat fraksi dulu,” tukasnya.
Editor: Mastur Huda











