LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Di balik indahnya hamparan sawah dan bukit di Kampung Ciluluk, Desa Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, tersimpan kisah pilu tentang perjuangan sebuah keluarga kecil yang hidup di tengah keterbatasan.
Di sudut kampung itu, berdiri sebuah rumah reot berdinding bambu dan beratap bolong, tempat Tia dan suaminya Rahmat serta keluarganya berteduh dari panas dan hujan.
Mereka terpaksa tinggal di rumah tak layak huni yang nyaris roboh, dengan dinding bilik bambu yang sudah rapuh dan atap bocor di berbagai sisi. Karena keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini tak mampu membangun rumah yang layak.
Tia bersama suami dan kedua anaknya tinggal di rumah tak layak huni dalam kondisi memprihatinkan dan jauh dari kata layak untuk ditempati.
“Ya udah lama lah, mungkin kesini ada kali 10 tahun, saya tinggal di rumah ini sama anak dan suami doang, anak ada dua yang sekolah satu kelas tiga, dan satu lima tahun,”kata Tia kepada Radar Banten saat berada di rumahnya, 8 April 2025.
Tia mengatakan, pekerjaan suaminya sebagai buruh angkutan pasir tidak mampu membangun rumah yang layak. Bahakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja ia mengaku kesulitan.
“Suami kerja kuli pasir pak, sehari penghasilan kadang Rp 15.000 kadang Rp 20.000 itu udah yang paling besar, itu buat beli beras, buat jajan anak sekolah ya kalau dicukupin ya engga cukup uang segitu pak, apalagi buat kebutuhan yang lain, tapi yang namanya kita orang kecil ya semampunya kita ya dicukup-cukupin ajah sedikasihnya sama bapaknya aja gituh,”ucapnya.
Sementara menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Keusik, Deden Handayani, mengatakan, pihaknya sudah melakukan usulan terkait program RTLH di Desanya, Namun hingga kini satu pun belum ada yang terealisasi.
“Dari pihak Desa sering diajukan, mulai dari bantuan RTLH maupun apa, tapi alhamdulillah sampai saat ini belum ada titik temu untuk RTLH, tapi pengajuan mah dari tahun 2022 itu udah diajukan.
Ia juga mengaku, terdapat 40 rumah di Desa nya yang sudah di usulkan, namu hingga saat ini hasilnya masih nihil belum ada tindak lanjut.
“Bahkan bukan keluarga Rahmat aja bahkan ada 40 rumah yang di ajukan tapi sampai saat ini Desa Keusik belum dapa bantuan RTLH, bahkan satu pun tidak ada realisasi. Ada satu kemarin tapi hingga kini belum ada,” kata dia.
Lebih lanjut Deden mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekkan data terkait program RTLH di Desanya. “Ya insyaallah kami akan mengecek lagi dari DTKS mereka ya, masayarat apa mereka sudah masuk Siskenji DTKS nanti dilihat dari situ, kalau udah masuk kita akan daftarin lagi,” ucapnya.
Editor: Abdul Rozak











