PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang menargetkan 1.720 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) graduasi mandiri. Untuk itu, setiap pendamping PKH wajib mendorong 10 kepala keluarga (KK) tak lagi tergantung terhadap bantuan sosial PKH.
Kepala Dinsos Pandeglang Wawan Setiawan mengatakan, saat ini Kementerian Sosial (Kemensos) menginstruksikan kepada pendamping PKH untuk mendorong KPM bersedia graduasi secara mandiri. Jika target itu tercapai, maka total KPM yang graduasi mandiri di Pandeglang akan mencapai 1.720 KPM dari total 172 pendamping PKH di Pandeglang.
“Jumlah pendamping PKH di Pandeglang sebanyak 172 orang, kalau dikalikan sepuluh berarti yang sudah pasti graduasi untuk tahun ini 1.720 KPM. Tapi ini baru target, yang namanya target itu angkanya bisa kurang bisa lebih,” kata Wawan Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 11 April 2025.
Untuk mencapai target tersebut, Wawan menyebutkan bahwa pihaknya melalui pendamping PKH sedang melakukan verifikasi ulang kepada 80.542 KPM dari total keseluruhan sebanyak 109.930 KPM.
“Sekarang sedang dilakukan verifikasi ulang oleh para pendamping PKH. Tahun ini yang diverifikasi ulang sebanyak 80.542 KPM, sisanya di tahun berikutnya. Tapi untuk saat ini saja verifikasi ulang dari jumlah 80.542 KPM sudah mencapai 60 persen,” tegasnya.
Dari hasil verifikasi tersebut yang akan menentukan graduasi dan tidaknya akan diputuskan Kemensos RI. Karena pihak kementerian telah menugaskan para pendamping sosial untuk melakukan survei Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Survei ini dilakukan secara ketat dan hanya mencari KPM yang benar-benar layak menerima dana bantuan. Verifikasi ulang tersebut meliputi kondisi ekonomi, keadaan rumah, aset, dan lain-lain.
“Jadi ke depan KPM ini maksimal mendapatkan PKH itu selama 5 tahun. Yang sudah lima tahun itu tidak akan mendapatkan lagi, jadi orangnya bukan hanya itu-itu aja,” tegasnya.
Agar KPM melakukan graduasi secara mandiri, para pendamping PKH selalu memberikan pendampingan sekaligus pembelajaran bagi KPM, seperti mengelola usaha dan belajar kerajinan yang bisa menumbuhkan perekonomian keluarga.
“Kalau yang graduasi mandiri ini kita berikan reward sebesar Rp1 juta untuk modal usaha beserta sertifikat penghargaan,” tuturnya.
Sementara, warga Pandeglang, Fatimah mengaku masih sangat membutuhkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di rumah.
“Ya, masih butuh bantuan sosial dari pemerintah. Saya biasa dapat bantuan PKH,” kata Fatimah.
Namun begitu, Fatimah menyatakan kesiapannya untuk mandiri apabila pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk program modal usaha yang jelas.
“Yang penting ada buat modal usaha, itu mau. Buat perputaran ekonomi juga terasa,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











