PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan ini makin tak menentu. Hujan deras, angin kencang, banjir, hingga tanah longsor disebut bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menyatakan bahwa wilayah Pandeglang kini tengah memasuki masa pancaroba, usai melewati puncak musim hujan.
Menurutnya, kondisi cuaca saat ini cenderung ekstrem.
“Cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dan curah hujan yang intens masih kerap terjadi. Kami terus bersiaga dan telah menginformasikan ke seluruh kecamatan untuk memantau kondisi wilayah masing-masing,” kata Riza saat dihubungi Radarbanten.co.id, Sabtu, 18 April 2025.
Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi di empat kecamatan di Pandeglang disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang turun sepanjang malam.
Banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Cisata yang merupakan hulu dari sejumlah anak sungai di kawasan tersebut.
“Air meluap dari aliran Sungai Cisata, yang memang menjadi sentral dari anak-anak sungai lain. Itu sebabnya banjir meluas. Kami juga sudah turun langsung bersama tim di lapangan,” ungkapnya.
Meski terus melakukan pemantauan, BPBDPK tetap mewaspadai potensi bahaya, terutama di wilayah hilir dan kawasan rawan longsor.
“Kita harus mengantisipasi dampaknya di daerah hilir, seperti di Sukaresmi. Walaupun hulu sudah normal, kami tetap siaga dan memantau perkembangan debit air sungai serta kondisi tanah,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Dalam cuaca seperti sekarang, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Lakukan mitigasi dini terhadap potensi bencana yang bisa terjadi akibat hujan,” imbaunya.
Editor: Agus Priwandono











