CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Meski masih mencatatkan kerugian, Bank Perekonomian Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRSCM) menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Perlahan namun pasti, lembaga keuangan milik Pemerintah Kota Cilegon itu terus berupaya keluar dari tekanan masa lalu pasca kasus fraud yang terjadi pada tahun 2021.
Direktur Bisnis BPRSCM, Yoyo Hartoyo, mengatakan proses pemulihan tengah berlangsung secara bertahap. Meski belum sepenuhnya sehat, tren kerugian yang menurun menjadi sinyal positif.
“Pernah di tahun 2022 kita untung kemudian 2003-2004 kita masih rugi tapi kerugiannya terus menurun ya. Artinya progresnya ada bahwa kita sedang berusaha memperbaiki dari semua aspek,” ungkap Yoyo usai rapat paripurna DPRD Kota Cilegon, Senin (21/4).
Menurut Yoyo, kerugian yang masih tercatat hingga saat ini merupakan dampak dari akumulasi kerugian lama, terutama imbas pengelolaan tidak profesional yang terjadi sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa manajemen BPRSCM saat ini telah menerapkan sistem yang lebih sehat dan transparan.
“Kalau dulu dikelola sangat tidak profesional, kita sekarang dikelola sangat profesional sekali. Sehingga apapun nanti ataupun siapapun yang menjabat selain direksi yang ada saat ini, rule-nya sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh regulator baik internal maupun OJK,” tegasnya.
Terkait kebutuhan modal, Yoyo mengakui bahwa BPRSCM masih membutuhkan tambahan modal agar operasional bisa maksimal.
“Kalau kebutuhan pasti butuhnya banyak Pak. Tapi di ketentuan kan kita 100 miliar baru terpenuhi 64,8 dari disatukan oleh Pak Wali. Jadi masih ada kekurangan. Tapi kita juga sangat melihat kondisi keuangan berapa,” katanya.
Yoyo menambahkan bahwa pihaknya siap mencari alternatif pendanaan lain jika keuangan daerah belum memungkinkan untuk menambah penyertaan modal.
“Kalau memang posisi keuangan daerah belum memungkinkan untuk melakukan itu ya kita bisa mencari sumber-sumber dari yang lain termasuk dana pilihan ketiga dari masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Walikota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa secara permodalan BPRSCM masih aman dan cukup.
“Itu masih ada modal itu kurang lebih di angka 42 miliar, 45 miliar rupiah itu modal. Tinggal emang ini karena emang secara neraca itu kan ada tetangga yang fraud dulu itu ya, yang di 2021. Nah itu yang memang mengganjal atau menjadi beban lah tanda kutip,” jelasnya.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











