PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, buka-bukaan soal kondisi pendidikan di wilayahnya.
Dimyati menyebut, rencana pemerintah memberikan beasiswa kuliah harus ditahan dulu. Sebab, faktanya masih banyak warga yang bahkan belum menuntaskan pendidikan dasar dan menengah.
“Awalnya kita mau gratiskan kuliah lewat beasiswa. Tapi begitu diteliti, sekitar 40 persen orang enggak sekolah. Jadi baru 60 persen yang ikut Wajar Dikdas 12 tahun. Itu yang harus kita pacu dulu sampai minimal 90 persen,” kata Dimyati saat ditemui di Balai Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Menurutnya, wacana mendorong masyarakat kuliah akan percuma jika masih ada kesenjangan besar sejak jenjang SMA/SMK.
“Ternyata gapnya terlalu besar antara SMA/SMK dengan perguruan tinggi,” ujarnya.
Kata Dimyati, pola pilihan karier masyarakat, khususnya di Pandeglang, mayoritas masih condong ke bidang pendidikan.
“Kalau lihat Pandeglang, cocoknya sebenarnya ke pertanian. Tapi rata-rata sih pengen jadi guru, banyak lulusan IPDN juga,” ungkapnya.
Ia menilai, pendekatan pembangunan ke depan harus disesuaikan dengan kondisi real dan potensi lokal, bukan sekadar mengejar target formal.
Editor: Agus Priwandono











