SERANG,RADARBANTEN-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara meresmikan gedung Bunker Radioterapi dan Khemoterapi di UPTD RSUD Banten, Kota Serang. Bunker ini diresmikan secara langsung oleh Gubenur Banten, Andra Soni, Kamis (8/5).
Peresmian gedung yang dibiayai oleh APBN ini ditandai dengan bunyi sirine dan pemotongan pita juga penyerahan bantuan pembiayaan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu.
Bunker ini pun kini telah siap untuk melayani masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan radioterapi juga khemoterapi.
Andra Soni mengatakan, layanan radioterapi dan khemoterapi menambah layanan kesehatan untuk masyarakat di RSUD Banten.
Gedung ini sendiri dirancang khusus sesuai dengan standar keselamatan dan teknologi mutakhir serta dilengkapi dengan tenaga medis yang profesional dan berdedikasi.
“Ini menjadi langkah besar dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan serta menjadikan RSUD Banten sebagai rumah sakit rujukan regional yang unggul,” ujar Andra.
Selanjutnya, Andra mengaku akan melakukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan perihal kelengkapan peralatan di bunker ini.
Yang mana, seluruh pembiayaan mulai dari pembangunan gedung hingga peralatan ditompang oleh hibah dari Kementerian Kesehatan.
“Kita ingin secepatnya bunker ini bisa beroperasi secara penuh, karena bunker ini perlu diuji yang tentunya dengan alat yang terpasang. Makanya kita akan sampaikan kepada pusat bahwa bunker ini sudah siap,” ungkapnya.
Ia pun berharap dengan diresmikannya bunker ini dapat memperkuat semangat pihak tenaga kesehatan untuk terus berinovasi dan membangun sistem kesehatan yang tangguh, humanis dan berkeadilan.
“Saya minta kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten untuk terus meningkatkan pelayanan, menyediakan alat-alat yang makin modern agar warga Banten bisa mendapatkan pelayanan prima di RSUD Banten,” harapnya.
Kepala Dinkes Banten dr. Ati Pramudji mengatakan, pembangunan bunker ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus penderita kanker di Indonesia, yang jumlahnya terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Bahkan, terdapat 240 ribu orang dilaporkan meninggal dunia setiap tahunnya dikarenakan penyakit mematikan ini.
Pihaknya sendiri mencatat, pada tahun 2024 terdapat 1.659 orang menderita kanker baru dan untuk 2025 sendiri sampai dengan data bulan April terdapat 472 orang.
Hal ini tentu perhatian pemerintah khususnya Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang mengamanatkan untuk dapat meningkatkan RSUD yang berkualitas dan bermutu.
” Tentunya kita ingin bagaimana menurunkan beban penyakit dan juga beban kematian terhadap penderita kanker yang ada di Banten, menginggat penyakit menjadi penyebab kematian terbesar ke dua di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Banten dr. Danang Hamsah Nugroho menyatakan jika pihaknya sudah siap untuk memberikan pelayanan berupa khemoterapi bagi warga Banten yang menderita kanker.
“Layanan khemoterapi ini sudah berjalan, dan siap untuk melayani masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu,” kata Danang.
Untuk layanan radioterapi, kata Danang, akan mulai beroperasi setelah pihaknya menerima hibah peralatan dari Kementerian Kesehatan.
“Insyallah tidak akan lama, kita pun sudah sampaikan kesiapannya kepada Kementerian,” pungkasnya. (Adv)











