SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ribuan warga Banten terdeteksi menderita penyakit kanker, jumlahnya pun terus naik setiap tahunnya. Hal ini membuat anggota Komisi V DPRD Banten Yeremia Mendrofa angkat bicara.
Yeremia menyebut jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus dapat terus membenahi pelayanan kesehatan dengan mengedepankan pelayanan untuk seluruh warga Banten, khususnya bagi warga kurang mampu.
Hal ini tentu seiringan dengan visi misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk menjadikan Banten sebagai daerah yang maju, adil merata, dan tidak korupsi.
“Menyehatkan masyarakat salah satu urusan wajib pemerintah, selain biaya sakit itu mahal, sehat adalah modal utama dalam pembangunan dan juga nikmat yang luar biasa dalam hidup, ” ujar, Yeremia kepada Radar Banten, Senin 12 Mei 2024.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, enderita penyakit kanker di Provinsi Banten terus mengalami kenaikan. Di bulan April 2025 ini, tercatat terdapat 472 kasus kanker baru yang diderita oleh warga Banten. Sementara, di tahun sebelumnya terdapat 1.659 orang menderita kanker.
“Ada 472 kasus baru, itu paling banyak kanker servix, payudara, dan paru-paru,”ujar Kadinkes Banten, Jum’at 9 Mei 2025.
Dikatakannya, penyakit kanker sendiri telah menjadi penyakit mematikan, dan menjadi penyebab kematian nomor 2 terbesar di dunia. Bahkan, terdapat 240 ribu orang dilaporkan meninggal dunia setiap tahunnya dikarenakan penyakit mematikan ini.
Yeremia menanggapi perihal bunker radioterapi juga kemoterapi yang baru saja diresmikan di RSUD Banten. Katanya, hal itu merupakan langkah bagus dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan warga Banten.
Meski demikian, politisi PDIP ini menekankan agar fasilitas kesehatan tersebut tidak menjadi barang mewah yang susah diakses oleh warga yg membutuhkan.
“Fasilitas itu harus menjadi fasilitas ramah pelayanan, mudah diakses, menjadi rujukan tempat pengobatan/pemulihan dan murah sehingga termanfaatkan seoptimal mungkin, berdaya guna untuk masyarakat Banten, ” ucapnya.
Tidak hanya segi fasilitas dan peralatan saja, namun juga memerhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan. Menurutnya, hal ini
“Yang tidak kalah penting ialah peningkatan dalam pelayanan, dengan SDM yang mumpuni kompetensi, hati melayani dengan senyuman manis kepada pasien, “tuturnya.
“Tentu diharapkan bahwa sehat itu harus mulai dari pola hidup sehingga ada pencegahan sedini mungkin, promotif dan preventif digiatkan yngg melibatkan partisipasi masyarakat itu sendiri, ” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











