JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – RSUD Banten kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Banten ini berhasil meraih penghargaan bergengsi dari PT Jasa Raharja dalam kategori “Form and Diagnosis Accuracy Champion”.
Penghargaan yang diraih RSUD Banten tersebut diserahkan langsung di Jakarta pada Selasa 20 Januari 2026.
Apresiasi ini diberikan oleh Jasa Raharja sebagai bagian dari evaluasi pelayanan masyarakat sepanjang tahun 2025.
RSUD Banten dinilai sebagai rumah sakit terbaik dalam hal ketertiban pengisian formulir serta keakuratan diagnosis bagi pasien korban kecelakaan lalu lintas yang menjalani pengobatan di sana.
Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam menjaga kualitas layanan, baik secara medis maupun administratif.
“Kami selalu mengusahakan yang terbaik dalam segala aspek, termasuk keakuratan administrasi pasien. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sistem kami berjalan dengan baik dalam mendukung pelayanan Jasa Raharja bagi masyarakat,” ujar dr. Danang kepada Radar Banten, Jumat 23 Januari 2026.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan daerah yang terus memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan rumah sakit.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Gubernur Andra Soni, Bapak Wagub Dimyati Natakusumah, Bapak Sekda, serta Ibu Kadinkes Provinsi Banten dr. Ati Pramudji Hastuti atas segala bimbingan, motivasi, dan dorongan untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Danang menjelaskan bahwa meski pihaknya mendapat predikat terbaik dalam administrasi, fokus utama RSUD Banten tetap pada keselamatan nyawa pasien.
Terutama dalam menangani kasus kegawatdaruratan, RSUD Banten memegang prinsip penanganan medis tanpa hambatan birokrasi.
“Dalam memberikan pelayanan, kami selalu mengedepankan fokus utama pada keselamatan dan kesehatan pasien. Seperti penindakan pasien gawat darurat, setiap pasien akan langsung ditindak sesuai kondisinya terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kelengkapan administrasi dilakukan setelah pasien dipastikan telah tertangani secara medis.
“Kami tidak pernah menolak pasien gawat darurat. Setiap pasien diberikan penanganan medis maksimal hingga mereka kembali sehat,” pungkas Danang.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh tenaga medis dan staf di RSUD Banten untuk terus meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi warga Banten dan sekitarnya.
Editor Daru











