SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program “Serang Menyala” belum sepenuhnya terang benderang. Pasalnya, Kota Serang masih kekurangan sekitar 9.500 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) dari total kebutuhan sebanyak 12.000 titik. Hingga saat ini, baru sekitar 2.500 titik yang sudah dipasangi lampu jalan.
Kondisi ini terlihat jelas di sejumlah ruas jalan. Sebut saja Jalan Raya Taktakan, kawasan Alun-Alun Kota Serang, dan beberapa titik lainnya yang masih minim penerangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, M. Ikbal, mengatakan bahwa pihaknya kini sedang fokus menyelesaikan berbagai permintaan warga soal PJU, terutama di wilayah yang menjadi tanggung jawab Pemkot.
“Kami sekarang fokus melayani semua permintaan atau gangguan PJU yang menjadi kewenangan kami, baik itu di ruas jalan kota maupun jalan lingkungan,” kata Ikbal, Kamis, 15 Mei 2025.
Namun, Ikbal menjelaskan, tidak semua jalan di Kota Serang berada di bawah kewenangan pemkot. Ada beberapa jalan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Banten dan pemerintah pusat, sehingga perlu koordinasi lebih lanjut.
“Nanti akan diundang oleh pimpinan kita, Pak Wali, untuk membahas agar kondisinya bisa lebih cepat tertangani. Jangan sampai jalan kotanya terang, tapi jalan nasionalnya masih gelap dan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Ikbal mengakui, jarak antara kebutuhan dan realisasi PJU saat ini masih cukup jauh.
“Masih ada gap yang cukup jauh jika melihat data tersebut,” ungkapnya.
Karena itu, Pemkot Serang menargetkan proyek PJU ini bisa rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan, atau selama masa jabatan Wali Kota Budi Rustandi masih berlangsung.
“Pak Wali ingin diselesaikan di era beliau ini. Apakah dua sampai tiga tahun begitu. Karena itu, ini menjadi pekerjaan besar, khususnya bagi Dishub. Kami diminta untuk membuat perencanaan, dari 7.000 titik itu nanti akan ditentukan di titik-titik mana saja,” tutup Ikbal.
Editor: Merwanda











