LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyatakan siap melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Namun hingga akhir Mei 2025, program tersebut belum berjalan lantaran masih menunggu arahan dari pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Program MBG ditujukan untuk siswa SD, SMP, dan masyarakat umum. Meski sudah dibahas dalam forum pemerintah, pelaksanaannya di daerah masih belum jelas.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengungkapkan bahwa koordinasi baru dilakukan satu kali dan belum ada informasi lanjutan soal pelaksanaan teknis.
“Saya belum dapat info soal pelaksanaan, baru rapat sekali bersama Kepala BGN, Gubernur, dan para bupati dua minggu lalu,” kata Amir saat dihubungi, Senin, 27 Mei 2025.
Menurutnya, Pemkab saat ini sudah diminta untuk menyiapkan lahan guna keperluan dapur umum MBG.
“Baru membahas kesiapan daerah menyediakan tanah untuk dapur makan gizi gratis,” tambahnya.
Kepala Bapperida Lebak, Yosep M. Holis, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi untuk dapur MBG. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di beberapa kecamatan.
“Kemarin, berdasarkan rapat, kita sudah memetakan beberapa lahan mulai dari Rangkasbitung, Muncang, Sajira, dan beberapa lokasi lainnya untuk menjadi lokasi dapur MBG di Lebak,” ujar Yosep.
Ia menambahkan, Pemkab juga sudah menghitung kapasitas produksi makanan yang dibutuhkan setiap harinya.
“Dari hasil pertemuan kemarin, setiap dapur diperkirakan akan memproduksi sekitar 3.000 porsi makanan untuk memenuhi kebutuhan program MBG,” sebutnya.
Namun Yosep menegaskan, pelaksanaan penuh program MBG masih menunggu instruksi resmi dari pusat.
“Jadi, baru sampai di situ prosesnya. Selebihnya, masih menunggu arahan dari pemerintah pusat,” tutupnya.
Editor: Merwanda











