LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Harga telur ayam ras di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, naik menjadi Rp25 ribu per kilogram. Kenaikan yang mulai terjadi sejak pekan pertama Juli 2026 itu mencapai sekitar 19 persen dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp21 ribu per kilogram.
Kenaikan harga telur diduga dipicu meningkatnya permintaan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan usai libur panjang sekolah. Seiring aktivitas belajar mengajar kembali normal, kebutuhan telur sebagai salah satu bahan pangan utama pun ikut meningkat.
Salah seorang pelaku UMKM kuliner di Rangkasbitung, Hadi, mengatakan lonjakan harga telur mulai dirasakan sejak awal Juli. Menurutnya, kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi karena telur menjadi salah satu bahan baku utama usahanya.
“Harga telur sebelumnya masih sekitar Rp21 ribu per kilogram. Sekarang sudah menjadi Rp25 ribu. Naiknya cukup terasa karena kami membeli hampir setiap hari,” ujar Hadi, Senin, 20 Juli 2026.
Meski demikian, Hadi mengaku belum akan menaikkan harga jual produknya. Ia memilih menekan biaya operasional agar pelanggan tidak ikut terbebani.
“Kami masih bertahan dengan harga yang sekarang. Mudah-mudahan kenaikan ini tidak berlangsung lama sehingga usaha kecil seperti kami tetap bisa berjalan,” katanya.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut harga telur ayam ras dan ayam hidup di tingkat peternak mulai menguat seiring kembali beroperasinya Program Makan Bergizi Gratis pascalibur sekolah. Meningkatnya permintaan dari program tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga komoditas unggas.
Sebagai perbandingan, pemantauan harga di Kabupaten Lebak pada pertengahan Juli sebelumnya masih menunjukkan harga telur berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram. Namun, dalam beberapa pekan terakhir harga di tingkat pedagang eceran di Pasar Rangkasbitung terus bergerak naik hingga mencapai Rp25 ribu per kilogram.
Editor: Mastur Huda











