PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hari pertama Festival Gebrag Ngadu Bedug di Alun-alun Pandeglang berlangsung meriah. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian warga adalah pawai atau defile dari 20 kampung peserta.
Puluhan kampung tampil penuh semangat, menabuh bedug sambil meneriakkan yel-yel khas masing-masing. Mereka mengelilingi area alun-alun sembari membawa papan nama kampung layaknya peserta karnaval, membuat suasana semakin semarak.
Uniknya, para peserta tak hanya mengandalkan suara tabuhan dan semangat yel-yel. Mereka juga tampil dengan berbagai kostum menarik. Ada yang mengenakan busana ala kerajaan, pakaian adat, kuda lumping, bahkan kostum horor seperti kuntilanak.
Acara ini pun sukses menyedot perhatian masyarakat yang memadati area alun-alun sejak sore. Selain menjadi ajang hiburan, Gebrag Ngadu Bedug juga jadi sarana menampilkan kreativitas dan kekompakan antar warga kampung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang, Rahmat Zultika mengatakan antusiasme masyarakat terlihat jelas dari keterlibatan mereka dalam mengikuti rangkaian acara, terutama defile pembuka.
“Ya, kita lihat masyarakat cukup antusias. Defile ini jadi simbol semangat mereka, dan mencerminkan jiwa gotong royong yang tinggi,” kata Rahmat, Sabtu 7 Juni 2025.
Menurut Rahmat, konsep festival tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Ada 20 kampung dari lima kecamatan yang diundang sebagai peserta.
“Untuk tahun ini, kita libatkan 20 kampung dari lima kecamatan, yaitu Cadasari, Karangtanjung, Pandeglang, Majasari, dan Kaduhejo,” ujarnya.
Festival tahun ini mengangkat tema ‘Baralak Kalapa Sawara Diluhur Tagog’, yang merepresentasikan penggunaan material daun kelapa dalam dekorasi.
“Temanya Baralak Kalapa, jadi semua elemen dihias dengan daun kelapa. Tahun lalu dua tingkat, sekarang hanya satu tingkat tapi ada ‘tagog’-nya,” jelasnya.
Kreativitas tiap kampung terlihat dari ragam kostum unik yang ditampilkan, mulai dari pakaian adat, kuda lumping, hingga kostum bertema horor seperti kuntilanak.
Rahmat berharap nilai-nilai dari festival ini, seperti semangat kebersamaan dan gotong royong, terus tumbuh di tengah masyarakat Pandeglang.
Editor: Abdul Rozak











