SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 120 sekolah swasta jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang turut berpartisipasi dalam Program Sekolah Gratis yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Informasi ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Lukman.
Dari total 120 sekolah tersebut, sebanyak 74 sekolah berada di Kabupaten Lebak, sedangkan sisanya berada di wilayah Kabupaten Pandeglang. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan menengah secara gratis bagi masyarakat.
Lukman menjelaskan bahwa secara keseluruhan, terdapat 814 sekolah swasta di Provinsi Banten yang ikut serta dalam program ini, dari total 1.218 sekolah swasta yang ada. Pelaksanaan program didasarkan pada Peraturan Gubernur Nomor 15 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Sekolah Gratis.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi aktif sekolah-sekolah swasta, khususnya di Pandeglang. “Alhamdulillah, sudah diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional kemarin. Warga Provinsi Banten harus bisa menikmati pendidikan gratis,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara. Menurutnya, program ini sejalan dengan misi Pemprov Banten untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan menengah. “Pendidikan itu sangat penting. Pendidikan meningkatkan kualitas hidup dan mempermudah dalam berusaha maupun bekerja,” ungkap Dimyati.
Ia juga menyampaikan bahwa tingkat partisipasi dalam program Wajib Belajar sembilan tahun di Provinsi Banten sudah mencapai 99 persen. Namun, pada jenjang Wajib Belajar 12 Tahun, partisipasi masih berada di angka 60 persen. “Pendidikan itu wajib. Kita upayakan agar semua anak bisa menempuh pendidikan 12 tahun,” tegasnya.
Program Sekolah Gratis ini diharapkan dapat mendorong pemerataan pendidikan dan membantu masyarakat mengatasi kendala biaya pendidikan, terutama di sekolah swasta yang sebelumnya belum terjangkau oleh bantuan serupa.
Editor: Merwanda











