SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sejumlah SMA dan SMK swasta yang telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis masih memungut iuran dari orang tua siswa. Temuan itu mencuat saat DPRD Provinsi Banten tengah menjalani masa reses dan menyerap aspirasi warga secara langsung.
Sekretaris Komisi V DPRD Banten, Rifky Hermiansyah mengungkapkan, ia menemukan masih ada sekolah-sekolah yang meminta pembayaran dari orang tua murid. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) pun mendapatkan temuan serupa. “Saat kami, DPRD sedang melaksanakan reses, mendengar aspirasi masih ada sekolah-sekolah yang meminta orang tua murid. Dinas Pendidikan pun mendapat temuan sama,” kata Rifky, Kamis, 2 Juli 2026.
Meski tidak merinci nama-nama sekolah yang dimaksud, Rifky menyebut jumlahnya tidak sedikit. Dari total 801 sekolah yang terdaftar dalam program unggulan Gubernur-Wakil Gubernur Banten itu, lebih dari lima sekolah swasta dilaporkan masih menarik pungutan dari murid.
Angka itu menjadi alarm bagi DPRD. Bagi Rifky, selisih antara kebijakan yang diumumkan dan kenyataan di lapangan tak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa tindakan. “Jika temuan ini terbukti benar, tentu harus ada evaluasi total terhadap sekolah-sekolah yang tidak memiliki komitmen menjalankan program sekolah gratis ini,” tegasnya.
Rifky tak sekadar meminta evaluasi di atas meja. Ia mendorong Dindikbud untuk bergerak langsung ke lapangan, melakukan verifikasi, dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dari masyarakat. “Kami mendorong dinas terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan. Bila ada pelanggaran, harus ada tindakan tegas. Program ini tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Komisi V DPRD Banten juga menegaskan akan terus mengawal jalannya program ini. Sekolah yang berkomitmen akan didukung, sementara yang tidak menjalankan aturan perlu dievaluasi agar kualitas pelaksanaan program tetap terjaga.
Di balik polemik ini, Rifky mengingatkan kembali ruh dari program yang digagas Gubernur Andra Soni tersebut. Program Sekolah Gratis dirancang sebagai bentuk komitmen Pemprov Banten untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
Karena itulah, sekolah yang sudah bergabung dan justru masih memungut iuran dinilai telah mengkhianati tujuan utama program tersebut. “Sekolah yang sudah bergabung dalam program ini harus konsisten menjalankan kesepakatan yang telah dibuat,” tegasnya.
Editor : Rostinah











