• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Sosial Budaya

Gebrag Ngadu Bedug, Momentum Lestarikan Budaya Keislaman

Rostinah by Rostinah
Minggu, 8 Juni 2025 13:51
in Sosial Budaya
0

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah membuka acara Gebrag Ngadu Bedug di Alun-Alun Kabupaten Pandeglang, Sabtu, 7 Juni 2025 malam. Foto: Biro Adpimpro Banten

0
SHARES
98
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk melestarikan budaya keislaman di wilayahnya. Salah satunya melalui pelestarian tradisi Gebrag Ngadu Bedug di Kabupaten Pandeglang yang kini menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Gebrag Ngadu Bedug 2025 di Alun-Alun Kabupaten Pandeglang, Sabtu, 7 Juni 2025 malam. Menurutnya, masuknya acara ini ke dalam KEN bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Provinsi Banten, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan tradisi Islam yang sudah mengakar kuat.

“Gebrag Ngadu Bedug sekarang resmi menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara. Ini artinya, kita semua, pemerintah, masyarakat, dan pelaku budaya harus menjaganya. Karena ini bukan sekadar budaya, tapi jati diri keislaman masyarakat Pandeglang,” tegas Dimyati.

Ia menjelaskan bahwa tradisi Gebrag Ngadu Bedug sudah ada sejak 1950-an. Selain kompetisi menabuh bedug, acara ini juga menampilkan beragam seni Islami, seperti tarian tradisional, parade kostum budaya, koreografi Islami, hingga pertunjukan musik marawis dan hadroh yang meriah.

Dimyati menilai bahwa perpaduan antara seni, budaya, dan nilai-nilai religius menjadi kekuatan utama dari Gebrag Ngadu Bedug sebagai warisan budaya Islam khas Banten.

“Kalau sudah seni, ditambah budaya, lalu dibalut dengan nilai keislaman, maka inilah yang disebut ekspresi Islam yang damai, indah, dan mengakar,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Dimyati menyampaikan tiga pesan utama terkait pelaksanaan Gebrag Ngadu Bedug 2025, yaitu:

Melestarikan budaya tradisional keislaman,

Memberikan ruang ekspresi kreatif bagi masyarakat, dan

Meningkatkan solidaritas serta kebersamaan umat.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidaklah mudah. Oleh karena itu, ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang menjadikan acara ini sebagai even tahunan wajib. “Ini adalah dakwah kultural,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dimyati menyatakan bahwa even ini memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya para seniman lokal, santri, dan generasi muda untuk mengekspresikan identitas mereka melalui seni Islami.

“Dari parade bedug, kostum, tarian, sampai koreografi, semuanya adalah bentuk ekspresi budaya yang hidup,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa acara seperti ini juga mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan, khususnya dalam menyambut hari besar keagamaan seperti Iduladha.

“Ini bukan hanya festival, tapi juga pengikat sosial yang sangat kuat. Di sinilah kita merasakan kekompakan dalam suasana keagamaan,” tambahnya.

Suami dari mantan Bupati Pandeglang, Irna Narulita, ini juga mengungkapkan bahwa dengan masuknya Gebrag Ngadu Bedug ke dalam daftar KEN, maka Provinsi Banten kini memiliki dua budaya yang telah tercatat: Seba Baduy dan Gebrag Ngadu Bedug. Sementara itu, Seren Taun Kasepuhan Cisungsang dari Kabupaten Lebak sedang diusulkan menjadi budaya ketiga.

“Ini bukti bahwa Banten kaya budaya. Dari Baduy yang memelihara kearifan lokal, hingga Pandeglang yang menjaga budaya Islam. Keduanya sama penting dan sama mulianya,” ujarnya.

Dimyati juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, kementerian, pelaku usaha, BUMN/BUMD, hingga masyarakat, agar pelaksanaan even ini dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Saya ingin tahun depan dan tahun-tahun berikutnya, Gebrag Ngadu Bedug makin meriah, makin besar, makin dikenal, dan makin mendunia,” pungkas Dimyati.

Editor: Merwanda

Tags: A. Dimyati Natakusumahbudaya bantengebrag ngadu bedugKharisma Event Nusantara 2025PandeglangPemprov BantenWakil Gubernur Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

5 Rekomendasi Tempat Piknik di Banten untuk Mengisi Libur Panjang Iduladha

Next Post

Viral! Warga Desa Karyajaya Tanam Padi di Jalan Rusak yang Menganga 10 Tahun

Next Post

Viral! Warga Desa Karyajaya Tanam Padi di Jalan Rusak yang Menganga 10 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal Dunia

Gempa M7,7 Guncang NTT, 47 Orang Meninggal Dunia

by Nurandi
Minggu, 16 Agustus 2026 11:47
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Proses pendataan dan penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung....

Jelajah Rasa di Hari Kemerdekaan, Ini 5 Kuliner Khas Kota Tangerang

Jelajah Rasa di Hari Kemerdekaan, Ini 5 Kuliner Khas Kota Tangerang

by Syaiful Adha
Minggu, 16 Agustus 2026 10:41
0

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Momen libur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati beragam kuliner khas Kota...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.