CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sektor pariwisata Kota Cilegon kembali menghadapi tantangan serius. Hingga pertengahan tahun 2025, tidak ada satu pun acara pariwisata yang terselenggara.
Kondisi ini merupakan kelanjutan dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemkot Cilegon sejak tahun 2024.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Cilegon, Wawan Ihwani, menjelaskan bahwa minimnya anggaran telah menghambat berbagai rencana promosi wisata. Bahkan, upaya pengembangan destinasi seperti Situ Rawa Arum dan kawasan perbukitan di Merak ikut terhenti.
“Tahun 2025 ini nihil [event], 2024 juga tidak ada karena efisiensi. Banyak keinginan, tapi dukungan anggarannya tidak ada. Event pariwisata tidak ada, bahkan tim penggarap destinasi juga terkena rasionalisasi sampai 70 persen,” keluh Wawan kepada Radar Banten pada Minggu, 15 Juni 2025.
Beberapa destinasi potensial yang sebenarnya sudah masuk perencanaan pengembangan, seperti Situ Rawa Arum, Bukit Cinta di Lebak Gede, dan Bukit Gambir di Taman Sari, kini mangkrak.
“Sejak saya masuk tahun 2024, anggaran untuk Situ Rawa Arum tidak terserap. Di tengah tahun terjadi rasionalisasi, ditambah lagi review side land gagal lelang,” ujarnya.
Kondisi ini sangat disayangkan, terutama mengingat jumlah kunjungan wisata ke Kota Cilegon justru menunjukkan tren positif. Pada tahun 2022, tercatat 516.020 kunjungan, sempat menurun ke 217.150 pada 2023, namun melonjak drastis menjadi 768.665 kunjungan sepanjang 2024.
Sebagian besar wisatawan datang untuk menikmati destinasi alam seperti Waras Farm, Krakatau Water World, dan Pulau Merak Kecil.
Wawan mengakui merasa “iri” terhadap kabupaten tetangga yang lebih agresif dalam mengembangkan sektor pariwisata mereka. Minimnya promosi dan event membuat daya saing pariwisata Cilegon melemah.
Harapan besar kini tertumpu pada alokasi anggaran tahun mendatang agar sektor pariwisata di Kota Baja ini bisa kembali bangkit.
Editor: Aas Arbi











