SERANG,RADARBANTEN.CO.ID– Aktivis muda Kabupaten Serang, M. Syamsul Hidayat menyampaikan apresiasi atas kebijakan yang diambil Bupati dan Wakil Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Najib Hamas yang telah merealisasikan janji politik mereka. Salah satunya ialah pemberian reward terhadap kader posyandu di Kabupaten Serang.
Kebijakan tersebut dinilai bukan hanya bentuk penghargaan terhadap kerja para kader, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan Ratu Zakiyah berpihak pada penguatan layanan dasar di tingkat desa.
Diketahui, Zakiyah-Najib telah menaikkan insentif kader Posyandu dari Rp75 ribu menjadi Rp100 ribu per bulan, efektif sejak Januari 2025. Selain itu, Pemkab Serang juga membayarkan insentif yang sempat tertunggak selama enam bulan terakhir.
Berdasarkan data, ada sebanyak 7.690 kader dari 1.538 Posyandu yang telah menerima insentif sekaligus reward atas kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
“Langkah cepat Ibu Bupati patut diapresiasi. Beliau membuktikan bahwa komitmen kampanye bukan sekadar janji. Ini bentuk keberpihakan pada rakyat kecil dan kerja-kerja sosial yang kerap luput dari sorotan,” kata M. Syamsul Hidayat, Jumat 20 Juni 2025.
Menurut Syamsul, kebijakan ini menunjukkan arah kepemimpinan yang peka terhadap kebutuhan akar rumput. Ia menilai Bupati Zakiyah memahami bahwa pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga edukasi gizi keluarga, semua berakar dari peran kader Posyandu yang bekerja langsung di tengah masyarakat.
Namun demikian, Syamsul juga menegaskan bahwa kenaikan insentif harus disambut dengan peningkatan mutu pelayanan dari para kader. Ia menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah ini harus direspons dengan komitmen baru untuk bekerja lebih profesional, disiplin, dan aktif di lapangan.
“Kenaikan insentif ini bukan sekadar hak, tapi juga amanah. Kader Posyandu harus menunjukkan bahwa mereka layak dipercaya. Ini momentum untuk meningkatkan layanan: lebih rajin turun ke masyarakat, lebih rapi dalam pencatatan data gizi, lebih aktif dalam penyuluhan, dan lebih tanggap terhadap kasus-kasus stunting di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Ia juga berharap agar Pemkab Serang tidak berhenti pada aspek insentif semata, melainkan terus mendampingi kader melalui pelatihan rutin, pemberian sarana penunjang seperti alat ukur kesehatan, media edukasi, hingga penyediaan seragam sebagai identitas resmi di lapangan.
“Langkah Bupati harus dikawal agar berkelanjutan. Jangan berhenti di program 100 hari. Perlu ada roadmap jangka panjang untuk menjadikan kader Posyandu sebagai mitra strategis pembangunan kesehatan,” ujarnya.
Syamsul menambahkan, keberhasilan kebijakan ini pada akhirnya akan diukur dari dampak yang didapat masyarakat seperti angka stunting menurun, cakupan imunisasi meningkat serta apakah Posyandu kembali menjadi ruang yang hidup bagi warga desa.
Ia optimistis, dengan arah kepemimpinan yang tepat dan tanggung jawab bersama dari para kader, Kabupaten Serang bisa menjadi contoh keberhasilan layanan kesehatan berbasis komunitas di Banten.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











