slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home IT Otomotif Tips and Tricks

Asal Usul dan Besaran Emas di Monas, Simak Ulasan Sejarahnya

Mulyadi by Mulyadi
22-06-2025 09:48:54
in Tips and Tricks, Uncategorized

Emas yang berada di tugu puncak Monas. Sumber foto: Sahabat Pegadaian

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

RADARBANTEN.CO.ID – Monumen Nasional atau yang lebih dikenal Monas merupakan tugu tinggi yang menjadi icon dari Kota Jakarta maupun Indonesia. Tugu ini sering kali dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun asing.

Monas dibangun pada 1961. Daya tariknya terletak di bagian ujung karena terdapat simbol api berwarna kuning keemasan yang dilapisi oleh emas asli.

Baca Juga :

Berapa Gram Emas Bisa Kena Pajak? Berikut Aturan yang Wajib Kamu Ketahui

Bolehkah Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Ulama

Omzet Turun? Ini Dia 6 Cara Mengatasinya

Tiga Cara Menjadi Trader untuk Pemula agar Lebih Siap Hadapi Risiko

Di balik keindahan emas Monas dan daya tariknya, ada kisah tersendiri yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat.

Ingin tahu lebih detail mengenai emas di tugu monas, termasuk beratnya? Berikut selengkapnya di pembahasan berikut ini menurut laman resmi sahabat pegadaian.

Asal Emas Monas

Berdasarkan sejarah, pembangunan Monas dimulai pada 17 Agustus 1961 pada masa Presiden Republik Indonesia yang pertama, yaitu Ir. Soekarno.

Pembiayaan pembangunan Monas yang berlangsung pada 1961-1965 berasal dari sumbangan masyarakat. Prosesnya dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

Tahap pertama: 1961-1965
Tahap kedua: 1966-1968
Tahap ketiga: 1969-1976

Sebelum pembangunan, Ir. Soekarno menyeleksi desainer terbaik melalui pengadaan sayembara. Pemenangnya adalah Friedrich Silaban.

Friedrich kemudian dibantu oleh arsitek lainnya, yakni Soedarsono serta Rooseno, dalam pengerjaan proyek pembangunan tersebut.

Pada awalnya, tugu yang dibangun akan dinamakan Tugu Peringatan Nasional, namun diubah menjadi Monumen Nasional. Pembangunan tugu ini memerlukan dana sebanyak Rp7 miliar.

Dengan asumsi bahwa nilai 1 dolar AS pada 1960-an setara dengan Rp125, maka nilainya mencapai Rp266 triliun apabila dihitung menurut kurs dolar sekarang.

Peresmian Monas dilakukan oleh Presiden Soeharto pada 12 Juli 1975 yang menjadi penanda bahwa Monas resmi dibuka untuk masyarakat umum.

Monas merupakan tugu berbentuk Lingga-Yoni, yaitu berdiri tegak dengan cawan yang berfungsi sebagai wadah di bagian bawahnya.

Bentuk Lingga-Yoni adalah simbol hubungan sakral antara perempuan dan laki-laki serta melambangkan kesuburan.

Sementara itu, puncak Monas yang berbentuk lidah api merupakan simbol semangat perjuangan bangsa Indonesia. Lidah api tersebut yang diketahui dilapisi oleh emas asli.

Emas Monas sendiri berasal dari Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Desa tersebut populer dengan tambang emas, bahkan hingga kini. Kendati demikian, penyumbang emas Monas yang terbesar justru seorang pengusaha dari Aceh.

Pengusaha tersebut bernama Teuku Markam yang merupakan keturunan Uleebalang (Kepala Daerah dalam Kesultanan Aceh). Beliau diperkirakan lahir sekitar tahun 1925.

Teuku Markam diketahui menyumbang sekitar 28 kg emas. Teuku Markam dikenal sebagai pengusaha kaya raya dan sukses di awal kelahiran Indonesia.

Beliau cukup dekat dengan Presiden Soekarno dan sejumlah pejabat. Bahkan. Namanya pun pernah disebut-sebut sebagai ‘Kabinet Bayangan’ pada masa pemerintahan era Orde Lama.

Teuku Markam memang sejak muda sudah terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau menyandang lulus wajib militer di Koetaradja dengan pangkat Letnan Satu.

Setelahnya, Teuku Markam bergabung bersama TRI (Tentara Rakyat Indonesia) dan ikut bertempur di Medan Area, Sumatra Utara.

Kariernya sebagai pengusaha dimulai ketika mendirikan perusahaan perdagangan, seperti PT Karkam yang sekarang menjadi bagian BUMN dan dikenal dengan nama PT Berdikari.

Bisnisnya yang semakin meluas membuat Teuku Markam mempunyai sejumlah aset berharga, seperti kapal dan beberapa galangan kapal di Jakarta, Medan, Surabaya, Palembang, serta Makassar.

Beliau pun terjun di dunia ekspor dan impor ke sejumlah negara, mulai dari impor mobil Toyota Hardtop Jepang, plat baja, besi beton, hingga senjata atas persetujuan dari Departemen Pertahanan dan Keamanan serta Ir. Soekarno.

Hasil bisnis dari Teuku Markam inilah yang menjadi salah satu sumber APBN. Tidak hanya berpartisipasi dalam penyumbangan emas Monas, Teuku Markam pun turut serta dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur.

Teuku Markam juga pernah membebaskan lahan bagi proyek Istora Senayan, merekonstruksi jalan darat di pesisir Timur Aceh, membangun infrastruktur di Jawa Barat, Aceh, dan lain-lain.

Berapa Berat Emas di Tugu Monas?
Selain lidah api, terdapat bagian lain di area Monas yang terbuat dari emas. Namun, diketahui berat bagian lidah api Monas adalah 50 kg.

Secara keseluruhan, total berat emas di Monas mencapai 72 kg. Emas seberat 22 kg lainnya terletak di Ruang Kemerdekaan yang melekat di pintu gapura kemerdekaan burung Garuda Pancasila serta Kepulauan Indonesia.

Emas tersebut disimpan di kotak kaca yang juga menyimpan salinan naskah teks proklamasi. Kotak kaca itu pun dihiasi dengan bunga Wijaya Kusuma.

Pernyataan mengenai berat emas di Tugu Monas ini diungkapkan oleh akun sosial media resmi Monumen Nasional pada 15 Agustus 2021.

Editor: Abdul Rozak



Tags: 72 kilogramasal usul emasdaya tarikDKI JakartaEmasIr SeokarnokeindahanMonaspengusaha Acehproklamasisahabat pegadaian
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Apakah Perhiasan Perak Bisa Berkarat? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Next Post

Siapa Saja yang Dapat Menjadi Wali Nikah? Berikut Daftarnya

Related Posts

Ilustrasi emas batangan. (Pixabay)
Bisnis

Berapa Gram Emas Bisa Kena Pajak? Berikut Aturan yang Wajib Kamu Ketahui

by Mulyadi
Selasa, 19 Mei 2026 07:07

TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banyak yang beranggapan investasi emas simpel dan mudah. Tapi saat mulai membelinya, kamu mungkin akan kepikiran soal...

Read moreDetails

Bolehkah Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasan Ulama

Omzet Turun? Ini Dia 6 Cara Mengatasinya

Tiga Cara Menjadi Trader untuk Pemula agar Lebih Siap Hadapi Risiko

Rekomendasi Investasi untuk Pekerja dengan Gaji Rp 3 Juta

Mengenal Emas Cukim: Pengertian, Kadar, Harga, serta Kelebihan dan Kekurangannya untuk Investasi

Berikut 5 Cara Menghasilkan Uang dari Telegram, Mudah untuk Pemula

Penting Untuk Disimak, Berikut Cara Dapat Uang Rp10 Juta Sehari

Ini Dia 4 Jenis Modal Usaha dan Cara Memilih yang Tepat untuk Bisnis Kamu

Wajib Diketahui, Ini Dia 7 Syarat Wajib Haji Sesuai Syariat

Next Post

Siapa Saja yang Dapat Menjadi Wali Nikah? Berikut Daftarnya

Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 4,9 Guncang Sumur Pandeglang

IBL 2025 : Pelita Jaya Jakarta Juara Musim Reguler Liga Basket Indonesa, Usai Kalahkan Dewa United

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Dukung Transisi Energi

PT PGN Perkuat Komitmen Dukung Transisi Energi dan Pencapaian Zero Emission

Sabtu, 23 Mei 2026 21:31
Pembukaan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

BI Banten Gelar Shafara Festival dan Digiwara Festival 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 17:39
Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Sabtu, 23 Mei 2026 17:39
Mendes Yandri Susanto Sebut Pembinaan Qori dan Qoriah di Kabupaten Serang Sejalan dengan Program Kemendes

Mendes Yandri Susanto Sebut Pembinaan Qori dan Qoriah di Kabupaten Serang Sejalan dengan Program Kemendes

Sabtu, 23 Mei 2026 17:21
Pemkab Serang  Targetkan Juara Umum di MTQ Provinsi

Pemkab Serang  Targetkan Juara Umum di MTQ Provinsi

Sabtu, 23 Mei 2026 16:51
Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Jadi Sorotan, PATBM Diminta Jadi Garda Terdepan

Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Jadi Sorotan, PATBM Diminta Jadi Garda Terdepan

Sabtu, 23 Mei 2026 14:49
Dukung Transisi Energi

PT PGN Perkuat Komitmen Dukung Transisi Energi dan Pencapaian Zero Emission

Sabtu, 23 Mei 2026 21:31
Pembukaan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

BI Banten Gelar Shafara Festival dan Digiwara Festival 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 17:39
Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Dari Aktifitas Iseng Saat Pandemi, Kini Jadi Bisnis Menjanjikan 

Sabtu, 23 Mei 2026 17:39
Mendes Yandri Susanto Sebut Pembinaan Qori dan Qoriah di Kabupaten Serang Sejalan dengan Program Kemendes

Mendes Yandri Susanto Sebut Pembinaan Qori dan Qoriah di Kabupaten Serang Sejalan dengan Program Kemendes

Sabtu, 23 Mei 2026 17:21
Pemkab Serang  Targetkan Juara Umum di MTQ Provinsi

Pemkab Serang  Targetkan Juara Umum di MTQ Provinsi

Sabtu, 23 Mei 2026 16:51
Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Jadi Sorotan, PATBM Diminta Jadi Garda Terdepan

Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Jadi Sorotan, PATBM Diminta Jadi Garda Terdepan

Sabtu, 23 Mei 2026 14:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dukung Transisi Energi

PT PGN Perkuat Komitmen Dukung Transisi Energi dan Pencapaian Zero Emission

by Agung S Pambudi
Sabtu, 23 Mei 2026 21:31

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID-- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pencapaian...

Pembukaan Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Bintaro Jaya XChange Mall, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

BI Banten Gelar Shafara Festival dan Digiwara Festival 2026

by Rostinah
Sabtu, 23 Mei 2026 17:39

TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bank Indonesia (BI) untuk pertama kalinya menggabungkan dua agenda besar, yakni Shafara Festival dan Digiwara Festival 2026....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak