PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Desa Cimanis, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, tak tinggal diam. Mereka langsung turun tangan mengecek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) peternakan sapi milik CV GSMP (Gari Setiawan Makmur Panimbang).
Pengecekan ini dilakukan menyusul tudingan dari Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (JPMI) Banten yang menyebut limbah kotoran sapi dari lokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, telah mencemari lingkungan.
CV GSMP, yang bergerak di bidang penggemukan sapi, selama ini dikenal berkomitmen tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produksi daging sapi berkualitas.
Tatang, Ketua RW 08 Desa Cimanis, mewakili warga, menyampaikan hasil pengecekan mereka pada Rabu, 24 Juni 2025. “Kondisi IPAL-nya saat ini masih dalam proses pembangunan tahap akhir, tinggal pemasangan atap saja,” jelas Tatang kepada RADARBANTEN.CO.ID.
Ia menerangkan, IPAL yang baru ini dibangun pasca-kerusakan parah akibat banjir luapan Sungai Ciseukeut yang menyebabkan pagar jebol. “Saat banjir itulah memang sempat tercium bau kotoran dari kandang hingga permukiman. Tapi, pihak perusahaan langsung merespons cepat untuk perbaikan,” tambah Tatang.
Perbaikan IPAL ini, menurut Tatang, membutuhkan waktu karena selain kerusakan, juga dilakukan perluasan demi pengelolaan yang lebih optimal. “Yang saya lihat, kini ada penambahan satu IPAL dan lima kolam serapan. Sudah tidak bau lagi seperti saat banjir kemarin,” tuturnya lega.
Lebih lanjut, Tatang menegaskan bahwa warga Desa Cimanis dan Desa Mekarsari menyambut baik kehadiran CV GSMP. Meskipun terbilang baru, belum genap dua tahun beroperasi, perusahaan ini telah memberikan kontribusi besar dengan menyerap tenaga kerja lokal.
“Ada sekitar 95 warga kami yang kini menjadi karyawan CV GSMP. Ratusan ibu rumah tangga juga mendapatkan pekerjaan tambahan membuat gaplek, yang nantinya dibeli oleh perusahaan untuk pakan sapi,” ungkap Tatang.
Selain itu, warga yang memiliki kebun bisa menanam jagung dan menjual pohonnya sebagai pakan sapi. Bahkan, serbuk kayu gergajian pun bisa diuangkan karena dibeli oleh CV GSMP untuk kebutuhan kandang.
“Bagi kami, kehadiran CV GSMP sangat membantu sebagian besar warga. Dari yang tadinya menganggur kini bisa bekerja, dan ibu-ibu bisa dapat penghasilan tambahan. Kami tak bisa membayangkan jika CV GSMP tutup, akan ada banyak pengangguran,” keluh Tatang.
Ia pun berterima kasih atas respons cepat CV GSMP dalam memperbaiki IPAL demi mencegah pencemaran lingkungan.
Sadam, warga lain, turut menambahkan bahwa CV GSMP tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan peternak lokal.
“Perusahaan ini telah menjadi penggerak ekonomi lokal, berdampak positif pada perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sadam.
Ia berharap CV GSMP terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi CV GSMP dan berharap kerja sama baik ini terus berlanjut,” tutupnya.(*)











